Pengamat: Perlu Penguatan Pemahaman Berpolitik Pada Perempuan

     Padang, jurnalsumatra.com – Pengamat politik dan pemerintahan dari Universitas Andalas (Unand) Padang,  Sumatera Barat, Dr Asrinaldi menilai perlu penguatan pemahaman politik kepada perempuan guna meningkatkan peranannya.
“Banyak hal motif perempuan terjun berpolitik namun sebagian besar wanita tidak tertarik, ” ujarnya di Padang, Senin.
Sebagai contoh perempuan di Minangkabau yang dinilai segelintir terjun ke kancah politik dikarenakan pemikiran yang tidak bisa ditebak tersebut.
Di satu sisi ada kelompok yang terjun ke politik dalam hal motif ekonomi,  kekuasaan atau prestise.
Akan tetapi bila ditilik, sebagian besar perempuan Minangkabau enggan berpolitik akibat minimnya pengetahuan berpolitik.
Arti politik dalam hal beraktivitas sebagai warga negara pun sebagian besar tidak tertarik.
Bahkan saat ini di Sumbar juga sulit mencari tokoh perempuan yang konsisten dalam memperjuangkan ideologi dan pemikirannya tentang kebangsaan.

     “Di Indonesia dan dunia pun,  wanita berpolitik cukup minoritas,” kata dia.
Ada kemungkinan budaya dan stigma wanita ikut mempengaruhinya. Ini menjadi rumit karena pada dasarnya pemikiran wanita yang sulit ditebak ikut mempengaruhi pemikiran politiknya.
Menurut dia, perlu upaya keras untuk memotivasi wanita ambil bagian dalam pemerintahan serta negara.
Salah satunya mengubah persepsi dan pengertian politik yang kadang cenderung ke arah negatif bagi perempuan.
Selain tentunya memberikan ruang bagi perempuan berkarya dalam pengembangan pemikiran politiknya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − thirteen =