Penghuni Rutan Sekayu Protes Pemberitaan Sumajaku.com

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Kepala bidang KPLD Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Abdul Hamid S sos sangat keberatan dengan pemberitaan media online Sumajaku.com edisi (30/6/2018) tentang pemengutan uang dari para Napi sebesar Rp 250.000 untuk pembelian AC dan memungut uang sewa kompor Rp 200.000,- serta memberikan perlakuan khusus kepada WBP narkoba atau bisa memulangkan WBP kerumah asalkan ada uang (http://sumajaku.com/2018/07/04/celah-penyimpangan-oknum-tamping-ditiadakan/).

Bahkan Abdul Hamid menandatangani surat pernyataan kalau dirinya tidak pernah melakukan perbuatan yang diberitakan oleh media tersebut. Surat pernyataan keberatan itu juga ditandatangani oleh ratusan para Napi. Karena pemberitaan itu dianggap tidak benar dan tidak pernah dilakukan oleh KA KPLP.

“Saya bingung kok pemberitaan bisa dipublikasikan tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Karena tidak ada wartawan Media Sumajaku.com yang datang untuk konfirmasi mengenai pemberitaan tersebut. Ini tidak benar pemberitaan sepihak, siapa yang memungut uang kepada Napi. Lagi pulah WBP Narkoba mana yang diperlakukan khusus dan bisa pulang kalau ada uang yang dimaksud itu.

Menurut Abdul Hamid dengan adanya pemberitaan tersebut pihak lapas merasa terusik dan terganggu. “Disini saya baru saja menjabat dengan adanya pemberitaan seprti ini kita merasa terganggu, penghuni lapas juga resah, karena posisi kami disini sudah aman.”Sesal Abdul Hamid saat dibincangi wartawan jurnalsumatra.com Jum’at (6/7/2018)

Sementara mewakili Napi Rutan kelas II B Sekayu Toyib (napi) menjelaskan, tidak pernah pihak lapas meminta uang kepada Napi untuk pembelian AC maupun sewa kompor.

“Surat pernyataan keberatan itu kami tandatangani, karena pemberitaan itu tidak benar. Sebab kami penghuni lapas tidak pernah dipungut biaya apapun, apalagi untuk pembelian AC dan sewa kompor.

Begitu juga dengan perlakuan khusus terhadap  WBP Narkoba dan bisa pulang kerumah asalkan ada uang. Ini terlalu mengada-ada. Kalau ada perlakuan tidak adil seperti itu, jelas kami penghuni lapas yang lebih duluh protes dan melaporkan kepada penegak hukum.” Jelas dia. (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =