Pengrajin Senpira OKI Tewas

KAYUAGUNG, Sumsel, jurnalsumatra.com – Walau telah berulangkali Home Industri Senjata api rakitan (Senpira) yang marak beroperasi di Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan diberantas dan pelakunya ditindak tegas aparat kepolisian.

Namun tetap saja, Home Industri senpira di desa itu diam – diam kembali beroperasi. Hal ini tentu membuat ‘geram’, Kepolisian Resort (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI) sehingga kembali melakukan upaya pemberantasan. Dan kali ini, tak tanggung-tanggung, Karena mencoba melawan, pelaku Home Industri senpira tewas dihadiahi timah panas.

Karena, Sekira pukul 13.30 WIB, saat Tim buser Satreskrim Polres OKI gerebek home industri senpira berada di hutan Desa Sungai Ceper. Ja’aludin (35), Warga setempat yang ahli pembuat senpira jenis FN dan Revolver, waktu diburu petugas, melawan dengan mencabut senpira jenis FN dari pinggang sebelah kanannya, lalu acungkan kearah petugas, sehingga diberi tindakan tegas dan terukur terhadapnya, Jumat (13/3/2020).

Kapolres OKI AKBP Alamsyah Pelupessy, SH.,S.Ik.,M.Si saat press release di depan ruang Instalasi pemulasaran Jenazah RSUD Kayuagung, Jumat (13/3/2020) malam menjelaskan, Sesuai dengan pelaksanaan operasi Senpi Musi 2020 yang dilaksanakan sejak tanggal 3 Maret 2020 lalu, Polres OKI sebelumnya telah berhasil melakukan penangkapan terhadap dua pelaku.

“Dari dua orang tersebut kita kembangkan, sehingga berhasil menemukan pembuatnya. Ketika dilakukan penggerebekan digubuk tempat pembuatan yaitu di desa Sungai Ceper, ditemukan peralatan – peralatan yang digunakan untuk membuat senpira baik jenis FN maupun Revolver,”ungkap Kapolres didampingi Kasat reskrim AKP Agus Prihardinika dan Kanit Pidum IPDA Afif.

Memang pelaku Ja’aludin yang didapatkan siang tadi, seorang resedivis tahun lalu sudah menjadi target kita. Kata Kapolres lagi, saat penggerebekan Ia sempat melarikan diri tetapi terus kita kejar sehingga akhirnya berhasil mendapatkan pelaku, Karena coba melawan menggunakan senpira dimilikinya, terpaksa diberi tindakan tegas terukur.

“Tertangkap di tengah hutan, Jadi bukan di dekat permukiman penduduk, tetapi di hutan. butuh waktu lumayan lama menyelidiki dan karena saat penangkapan ia melawan serta petugas untuk melindungi diri, makanya berikan tindakan tegas mengenai tubuh pelaku, ketika dalam perjalanan ke rumah sakit pelaku meninggal dunia,”ungkap Kapolres.

Ini menjadi peringatan bagi para pelaku lain, Lanjut Kapolres, Jadi tolong jangan lagi ikuti jejak pelaku yang telah ditindak tegas ini, Karena kami akan melakukan tindakan tegas yang sama, terutama para pelaku pembuat senpira, karena sangat meresahkan masyarakat. Sebab, dimana – mana nyaris setiap terjadi pencurian atau perampokan selalu menggunakan senpira.

“Kita menginginkan, khususnya di Kabupaten OKI dalam situasi yang aman dan kondusif. Jadi tolong bagi para pelaku yang masih menyimpan senpira ataupun membuat senpira, diharapkan segera menyerahkan diri, daripada dikejar atau diburu oleh tim Polres OKI,”,tegas Kapolres.

Untuk masyarakat daerah Sungai Menang khususnya Desa Sungai Ceper. Sambung Kapolres, Kalau seandainya ada informasi tentang orang membuat senpira ataupun sedang memegang dan menyimpan senpira, Tolong segera beritahukan kepada saya, dan akan diberikan penghargaan.

“Tidak perlu tau siapa namanya, yang penting informasi diberikan. Saya adakan Sayembara, ketika ada masyarakat berikan informasi, baik itu berupa home industri senpira maupun ada orang mempunyai atau memiliki Senpira, Tolong sampaikan kepada saya dan itu ada hadiahnya, akan diberikan kepada si pemberi informasi,”tandas Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, Ini demi menjaga stabilitas keamanan diwilayah hukum Polres OKI sehingga pembangunan berjalan dengan lancar dan juga masyarakat melaksanakan kegiatan tanpa takut – takut menjadi korban pencuri atau perampok.

Berdasarkan pantauan dilokasi, selain menindak tegas pelaku Ja’aludin, Polres OKI juga mengamankan barang bukti 1 pucuk senpira jenis FN, 2 pucuk jenis Revolver,

12 butir Peluru cal 9 mm, 1 butir peluru cal 5,56 mm, 3 Buah Magazin Senpira jenis FN, 1 buah bor, Sejumlah selongsong peluru, 2 buah penjepit besi, lempengan besi senjata FN, 1 Buah Genset, 1 buah glock dalam keadaan rusak, per senjata api, seperangkat alat penghalus besi dan sejumlah alat perakitan senjata.(Lilis)