Pengungsi Ahmadiyah Mataram Diprioritaskan Masuk Program Transmigrasi

     Mataram, jurnalsumatra.com –  Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram H Saiful Mukmin mengatakan, pengungsi Ahmadiyah di Asrama Transito Majeluk diprioritaskan masuk program transmigrasi 2018.
“Pengungsi Ahmadiyah diprioritaskan menjadi peserta transmigrasi sebagai upaya menghilangkan label Kota Mataram menjadi daerah pengungsi. Selain itu, warga Ahmadiyah bisa hidup dengan normal serta membaur dengan masyarakat lain,” katanya kepada wartawan di Mataram, Selasa.
Menurutnya, jumlah kuota transmigrasi tahun ini di NTB hanya 15 kepala keluarga (KK), jumlah itu belum dibagi ke sepuluh kabupaten/kota lainnya di NTB. Sementara jumlah KK pengungsi Ahmadiyah sebanyak 40 KK.
Akan tetapi, lanjutnya, jika pemerintah provinsi berkomitmen membebaskan Mataram sebagai lokasi pengungsian diharapkan semua kuota tersebut dapat diberikan kepada pengungsi Ahmadiyah atau bila perlu ditambah.
“Terakomodasinya warga Ahmadiyah dalam program transmigrasi sangat tergantung dari hasil komunikasi dan kesepakatan pemerintah dengan para pengungsi. Yang pasti mereka akan diprioritaskan,” katanya.
Untuk pelaksanaan program transmigrasi tahun ini masih menunggu jadwal dari pemerintah, dengan daerah tujuan Indonesia bagian timur.

“Informasinya daerah tujuan untuk NTB tahun ini ke Sulawesi, tapi belum bisa pastikan karena baru informasi awal,” katanya.
Dalam melakukan seleksi untuk program transmigrasi, pemerintah kota biasanya mengutamakan keluarga miskin. Pasalnya, program transmigrasi merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan.
Termasuk, pengungsi Ahmadiyah diprioritaskan menjadi peserta transmigrasi karena mereka juga masuk dalam kategori keluarga miskin, dan korban konflik.
Menurutnya, setelah berada di daerah tujuan, peserta transmigrasi akan mendapatkan beberapa fasilitas dari pemerintah. Fasilitas tersebut antara lain diberikan jatah hidup selama satu tahun, perumahan beserta pekarangan 25 are, serta lahan garapan 75 are hingga satu hektare.
“Kalau mereka tekun mengelola lahan yang diberikan, Insya Allah mereka akan menjadi keluarga transmigrasi yang sukses bahkan mungkin enggan kembali ke kampung halaman,” katanya.
Selain program transmigrasi, sebagian warga Ahmadiyah juga ditawarkan alternatif tinggal di rumah susun sederhana sewa atau rumah khusus yang akan dibangun pemerintah.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten − one =