Peningkatan PAD Magelang Dukung Pembangunan Proyek Strategis

     Magelang, jurnalsumatra.com – Peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Magelang, Jawa Tengah, mendukung pembangunan proyek strategis dan monumental di kota sejuta bunga tersebut.
   Kepala Bagian Pembangunan Setda Kota Magelang, Agus Satiyo Hariyadi di Magelang, Selasa, mengatakan beragam proyek strategis dan monumental 2018 bakal diresmikan Wali Kota Sigit Widyonindito, Rabu (13/2) tidak lepas dari meningkatnya PAD.
   “Peningkatan PAD ini pun tidak lepas dari peran masyarakat dalam mendukung program pemerintah,” katanya.
   Sebagai gambaran, katanya, dalam lima tahun terakhir, PAD Kota Magelang terus meningkat. Tahun 2014 sebesar Rp164,906 miliar, tahun 2015 Rp186,677 miliar, tahun 2016 Rp220,217 miliar, tahun 2017 Rp233,539 miliar, dan tahun 2018 sebesar Rp247,964 miliar.
   “Selama lima tahun ini, PAD Kota Magelang naik Rp83,05 miliar,” katanya.
   Menurut dia dampak dari kenaikan PAD ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam bentuk bertambahnya program dan kegiatan pembangunan. Masyarakat juga dapat merasakan manfaat lebih banyak dari porsi belanja langsung yang lebih besar dari belanja tidak langsung.
   Struktur belanja Pemkot Magelang sejak tahun 2016 belanja langsung lebih tinggi dibanding belanja tidak langsung. Tahun 2016 belanja langsung sebesar 57,51 persen dan belanja tidak langsung 42,49 persen, tahun 2018 belanja langsung lebih tinggi lagi, yakni 68,6 persen dan belanja tidak langsung hanya 31,4 persen.
   “Artinya, belanja langsung yang digunakan sebagai belanja publik lebih besar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Maka, kami berharap, fasilitas yang telah dibangun dapat digunakan dengan sebaik-baiknya agar dapat memberi manfaat lebih,” katanya.
   Belasan proyek monumental di Kota Magelang yang dikerjakan selama tahun 2018 bakal diresmikan Wali Kota Magelang di area Taman BKSM (Bersih Kotaku Santun Masyarakatnya) Jalan Diponegoro.
   Ia mengatakan setidaknya ada 11 kegiatan strategis dan monumental yang dilaksanakan tahun 2018 lalu.
   Ia menuturkan total kegiatan sebanyak 2.722 kegiatan dan 485 program dengan alokasi anggaran Rp732,172 miliar.
   Sejumlah proyek strategis dan monumental itu, yakni jalan sodetan Jalan Sarwo Edhie dan Jalan Jenderal Sudirman, lanskap taman sebelah jalan sodetan, monumen tanah air persatuan, gardu pandang DPUPR dan gardu pandang Disporapar, dan gedung rawat inap kelas 3 RSUD Tidar.
   Kemudian gedung pelayanan RSUD Tidar, gedung rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang, pembangunan Jalan Diponegoro, pembangunan Jalan Pahlawan, lapangan tenis indoor, dan Rusunawa 58 unit serta Rusus 50 unit di Kelurahan Wates.
   Ia mengatakan setelah diresmikan, segala fasilitas infrastruktur bisa segera dioperasikan. Bahkan, sebelum peresmian ini ada hasil pembangunan yang sudah digunakan, yakni jalan sodetan.
   “Jalan sodetan dengan anggaran Rp3,5 miliar dari APBD 2017 dan 2018 ini sudah diresmikan bulan Mei 2018. Kendaraan sudah bisa memanfaatkan jalan yang diharap dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di kawasan persimpangan Artos Mall ini,” katanya.(anjas)

Leave a Reply