Penjual Minuman Keras Tanpa Izin Dihukum Denda

    Sorong, jurnalsumatra.com – Franki Wijaya, warga Kota Sorong yang kedapatan menjual minuman keras pabrikan tanpa izin dikenai denda Rp50.000 oleh Pengadilan Negeri Sorong, Provinsi Papua Barat.
“Hukuman tersebut berdasarkan pasal 28 ayat (1) Peraturan Daerah Kota Sorong Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol,” kata hakim Dedy L Sahusilawane, di Sorong, Rabu.
Dia mengatakan, terdakwa disidangkan dan dihukum membayar denda karena kedapatan oleh pihak kepolisian memiliki minuman keras golongan A sebanyak 4.814 kaleng dan golongan C sebanyak 528 botol tanpa izin.

     “Minuman keras tersebut diamankan oleh anggota Polsek Sorong Kota pada toko milik terdakwa Frengky Wijaya alias Ongko Botak yang beralamat di Jalan Yan Mamoribo, Rufei, Kota Sorong pada 5 Mei 2018,” ujarnya.
Menurut dia, dalam amar putusan pengadilan jika terdakwa Frengky Wijaya tidak bersedia membayar denda tersebut selama tujuh hari, maka akan diganti dengan kurungan tiga bulan penjara.
Putusan sidang tipiring tersebut guna memberikan efek jera bagi masyarakat yang menjual minuman keras tanpa ada surat izin dari pemerintah setempat.
“Ada Peraturan Daerah Kota Sorong Nomor 3 Tahun 2015 tentang pengendalian dan pengawasan minuman beralkohol, sehingga masyarakat yang menjual minuman keras harus memiliki izin resmi dari pemerintah daerah,” kata dia lagi.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − two =