Penjual Terompet Bergeser Ke Pinggiran Kota Pekanbaru

Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Sejumlah penjual terompet memilih bergeser ke kawasan pemukiman di pinggiran Kota Pekanbaru untuk menjajakan dagangan mereka menjelang pergantian tahun 2018 di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Maualana (35), salah seorang penjual terompet tahun baru kepada Antara di kawasan Garuda Sakti, Panam, Pekanbaru, Senin malam mengaku terpaksa pindah lokasi jualan terompet karena permintaan di pusat kota jauh berkurang.
“Di sini meskipun tidak banyak tapi Alhamdulillah masih ada yang beli. Terutama anak-anak,” katanya saat ditemui di kawasan Garuda Sakti, Panam, Pekanbaru.
Dia mengatakan perayaan pergantian tahun di Pekanbaru kali ini terasa jauh lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Surat edaran dari Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi Riau yang mengimbau untuk meniadakan kegiatan pesta pergantian tahun menjadi salah satu penyebabnya.
Untuk menyiasati hal itu, lanjutnya,  ia pun memilih bergeser ke kawasan padat penduduk meskipun berada di pinggiran Kota Pekanbaru. Dengan harga terompet berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000, lanjutnya, dengan sabar ia menjajakan dagangannya sejak sore tadi.

Pantauan Antara perayaan pergantian tahun di Kota Pekanbaru kali ini berlangsung landai. Hingga pukul 21.00 WIB tidak banyak aktivitas masyarakat, baik di jalanan maupun di sejumlah titik yang biasanya menjadi pusat konsentrasi massa.
Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman misalnya, tak banyak kendaraan melintas. Begitu juga di Purna MTQ atau alun-alun Kota Pekanbaru, yang cenderung normal seperti malam sebelumnya.
Hal yang sama juga terpantau di Stadion Utama Riau yang cenderung normal, atau sama seperti malam-malam biasa lainnya. Polresta Pekanbaru sendiri menyatakan menyebar ratusan personel ke sejumlah lokasi di Kota Pekanbaru sebagai upaya pengamanan.(anjas)

Leave a Reply