Perempuan Tanamkan Agama Hindari Kekerasan Pada Anak

     Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Kepala Dinas Pemberdayaaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Riau Hj. T. Hidayati Effiza, mengajak perempuan untuk memperkuat penanaman aqidah agama pada anak untuk menghindari kasus kekerasan dan kejahatan seksual pada mereka.
“Tindakan ini penting apalagi kasus kekerasan dan kejahatan seksual pada anak secara nasional sudah berada dalam kondisi gawat darurat dan Provinsi Riau termasuk peringkat tertinggi nasional,” kata Hidayati di Pekanbaru, Kamis.
Menurut dia, selain diyakini mampu melindungi anak dari ancaman kejahatan seksual maka penanaman nilai-nilai agama dan budaya dalam keluarga akan membuat generasi muda itu kelak menjadi generasi yang tangguh dan berkualitas.

Dengan agidah yang kuat, berisikan ajaran buruk dan baik serta resikonya, katanya, bisa membentengi mereka untuk tidak gampang terpengaruh hal-hal negatif dan  tentunya mereka akan tidak mudah dilecehkan dan dapat terhindar dari kekerasan.
“Oleh karena itu perempuan Riau perlu terus menerus membekali anak mereka  dengan akhlak yang tinggi disamping itu perempuan perlu mengikuti perkembangan zaman, agar tidak ketinggalan informasi dam tekhnologi,” katanya.
Penguasan IT bagi perempuan, katanya sebagai bentuk upaya agar perempuan Riau lebi berdaya guna,  hebat dan mandiri yang perlu terus didukung oleh Pemprov Riau melalui Dinas P3A serta lintas terkait lainnya dengan  berbagai macam program dan kegiatannya.
Kebijakan ini diperlukan, agar perempuan Riau kelak lebih mandiri dan cerdas serta berkualitas sehingga mampu bersaing. Selain itu jika ditemukan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak dan perempuan di Riau, maka mereka harus berani mengadu ke Lembaga P2TPA pada  masing-masing kabupaten dan kota serta provinsi.
“Jika ditemukan kasus kejahatan dan kekerasan pada anak di Riau maka perempuan Riau harus berani mengadu untuk menekan kasus-kasus yang merusak mental anak itu tidak terluang lagi,” katanya.(anjas)

Leave a Reply