Perkampungan Di Sindangbarang Terendam Dan Terancam Banjir

Cianjur, jurnalsumatra.com – Sejumlah perkampungan di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Jawa Barat, terendam dan terancam banjir akibat meluapnya Sungai Cidamar dan Muara Cikadu.
Akibatnya ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi karena air menggenangi kampung hingga 3 meter seperti yang melanda Desa Girimukti, Kecamatan Sindangbarang.
“Air sungai meluap menjelang sore akibat hujan turun deras, hingga malam menjelang ketinggian air terus naik, sehingga menggenangi perkampungan warga,” kata Dhea Mulyana (46), seorang warga saat dihubungi Rabu.
Melihat air yang terus meninggi menggenangi perkampungan, sebagian warga desa yang pemukimannya terletak di sepanjang aliran sungai langsung mengungsi ketempat aman.
“Menjelang tengah malam air sungai terus meluap, bahkan di Desa Girimukti ketinggian air menutupi rumah warga. Namun sebelulmnya warga sudah mengungsi ke rumah sanak saudaranya yang jauh dari sungai,” katanya.
Akibatnya, meluapnya air sungai dan muara tersebut, juga menyebabkan jembatan gantung di Kampung Loa Desa Muara Cikadu, terputus, sehingga menghambat aktifitas warga.

“Sampai saat ini warga masih mengungsi tidak berani tidur di rumah untuk menghindari banjir kembali datang menjelang malam. Warga pulang ke rumah menjelang siang untuk membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa banjir,” katanya
Sementara Sekretaris BPBD Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan ada beberapa sungai yang meluap di wilayah selatan seperti Muara Cikadu dan Cisadea, sehingga sejumlah desa di Kecamatan Sindangbarang dan Agrabinta terendam banjir.
“Kawasan tersebut langganan banjir setiap musim penghujan tiba karena pemukiman yang terlalu dekat ke sungai. Ketika terjadi luapan warga sudah langsung mengungsi,” katanya.
BPBD sudah menerjunkan tim ke daerah yang terdampak banjir akibat luapan air sungai dan muara di dua kecamatan tersebut dan meminta warga untuk mengungsi.
“Saat ini tim masih melakukan pendataan berapa KK dan kampung yang terdampak serta terancam, namun untuk korban jiwa dipastikan tidak ada,” katanya.
Pihaknya mengimbau warga yang tinggal di dekat bantaran sungai untuk selalu waspada karena intensitas curah hujan cukup tinggi, sehingga potensi terjadinya banjir atau luapan sungai cukup besar.
“Banjir bandang rawan terjadi di beberapa sungai seperti Cisadea, Muara Cikadu, Cisokan dan lainnya. Sehingga kami tidak bosan mengimbau dan melakukan sosialisasi terkait mitigasi bencana,” katanya.(anjas)

Leave a Reply