Perkara 335 dan 351 Diduga Dimentahkan Kajari

Lahat, jurnalsumatra.com – Kasus dugaan Penganiayaan dan Pengancaman yang dirasakan oleh korban bernama Saiful Anwar (47) warga Desa Batu Niding Kecamatan Pseksu Kabupaten Lahat yang telah melapor ke Polsek Pseksu diduga terancam dimentahkan oleh Kajari Lahat.

Pasalnya, setelah kasus tersebut mencuat dari laporan korban ke-Polisi Sektor (Polsek) Pseksu pada Selasa (28/04/2020)  pukul 16.00 WIB. Beruntung usai dari laporan korban Polisi segera bertindik dengan mengamankan pelaku inisial CH beserta barang bukti (BB) berupa Sajam yang terselip diduga dipinggang pelaku.

Diceritakan Saiful Anwar dirinya melaporkan oknum CH setelah peristiwa dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh CH. “Jalan yang dilintas CH baru selesai dikerjakan dan belum kering. Namun, CH memaksakan diri tetap lewat, mengakibatkan pekerjaan Pladeker yang ada mengalami kerusakan,” ucapnya pada Ahad (05/07/2020).

Korban menjelaskan, tidak terima ditegur, lantas pelaku CH memberikan Bogem Mentahnya dan mengenai muka pipih sebelah kiri korban. Lalu, keributan itu dilerai oleh warga sekitar lokasi. Tidak senan dilerai, pelaku CH pun langsung menggeluarkan sebilah Senjata Tajam (Sajam) dari pinggangnya dengan menggeluarkan kata kata “KABA KUTUJAH”

“Awalnya, saya hanya ngasitau bahwa tolong jangan dilewati dulu, jalan ini masih basah belum keras, abis diperbaiki. Karena, pagi tadi kamu sudah lewat, lantas dijawab CH “HEBAT NIAN KAMU INI. Setelah itu, CH memanggil saya “SINI DULU” ketika saya mendekat langsung dihantam oleh CH dan menggenai pipih sebelah kiri saya,” kata korban dengan nada masih sangat kesal.

Laporan yang dilayangkan Saiful Anwar sejak Minggu pertama masuk bulan Puasa sekitar tanggal 29 April 2020. Usai melapor tiba tiba mati lampu. lalu, disarangkan anggota Polsek Pseksu agar kembali lagi besok pagi.

Sedangkan, saksi pendukung terduga tersangka CH saat dimintaki keterangan petugas Polsek Pseksu mengaku CH tidak membawa Sajam. “Saksi seorang wanita yang dihadirkan CH tidak jelas dan tidak ada dilokasi kejadian. Akan tetapi, dapat diterima oleh penyidik begitu saja,” tanya korban.

Saksi Sukran Hayadi (33), didampingi Samsawal Umar (35), dan Suid (40) yang merupakan warga Desa Batu Niding Kecamatan Pseksu Kabupaten Lahat, bahwa benar pelaku CH usai dari meninju korban dan langsung mengatakan “Kaba Kutujah”

“Usai memanggil korban, dan dihampiri pelaku CH langsung mendaratkan bogem mentah dan menggenai telingga bagian sebelah kiri. Terakhir, mencabutkan Sajam serta menggeluarkan kata kata”KABA KUTUJAH”, ucap saksi menirukan perkataan pelaku saat itu.

Kapolsek IPTU Suparman melalui Kanit Reskrim Polsek Pseksu AIPTU Aris Purwanto menjelaskan, tanggal 29 April 2020 Laporan korban lalu, tanggal 4 Mei 2020 terduga pelaku diamankan oleh Polsek Pseksu beserta barang bakti (BB).

“Lantas dilakukan pemeriksaan oleh petugas, dan tidak dilakukan penahan. Setelah dinyatakan lengkap, berkas pemeriksaan pelaku dikrim ke Kejaksaan Lahat,” kata Kanit Reskrim Polsek Pseksu.

Jadi sambung Aris Purwanto, dari surat laporan (STTL) yang diterima Polsek Pseksu korban membuat LP tentang tindak pidana dugaan Penganiayaan dan Pengancaman. selanjutnya, anggota menindaklanjuti LP korban demgan melakukan pemeriksaan para saksi dan korban, terakhir baru terduga pelaku CH.

“Setelah semua kita BAP lalu, berkasnya kita kirim kepihak Kejaksaan Lahat, beberapa hari kemudian perkembangan Berkas Perkara dikembalikan oleh Kajari Lahat karena dinyatakan belum lengkap,” tambahnya.

Menurut petunjuk Kejaksaan, dijelaskan Kanit Reskrim Polsek Pseksu, berkas perkara sesuai laporan korban terkait Pengancaman tidak cukup bukti. Sedangkan, perkara Penganiayaan diajukan mengarah ketindak pidana Tipiring.

“Untuk laporan korban sudah kami terima dan kami tindak lanjuti sampai berkas laporan korban kami kirim ke kejaksaan. Namun, untuk diterapkannya tindak pidana Tipiring itu, merupakan keputusan pihak Kajari Lahat,” pungkas Kanit Reskrim Polsek Pseksu Polres Lahat.

Untuk diketahui, hasil keputusan yang diambil Kajari Lahat tentang perkara 335 diputuskan tidak cukup bukti terlalu dini, diduga tanpa memikirkan serta melihat dan bukti bukti yang ada.

Sementara, untuk perkara 351 yang dilaporkan korban Saiful Anwar (47) warga Desa Batu Niding Kecamatan Pseksu Kabupaten Lahat, Kajari Lahat mengarahkan dan memutuskan ketindak pidana Tipiring. (Din)