Persiapan UNBK SMA/SMK Riau 93 Persen

    Pekanbaru, jurnalsumatra.com – Dinas Pendidikan Provinsi Riau mengatakan persiapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer di tingkat sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan telah mencapai 93 persen.
“Kalau ketentuan dari Kementerian (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) 90 persen untuk pelaksanaan UNBK. Nah, kita sudah melampaui batas itu, persentasenya sudah 93 persen di Riau, untuk SMK rata-rata sudah semua, tinggal SMA yang masih belum 100 persen,” kata Plh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Indra Agus Lukman di Pekanbaru, Selasa.
Pihaknya terus mematangkan pelaksanaan UNBK, para pelajar di sekolah yang belum memiliki kelengkapan sarana dan prasarana akan bergabung dengan sekolah-sekolah yang fasilitas komputerisasi sudah lengkap untuk UNBK.
“Persiapannya sejauh ini lancar, kalau tidak ada prasarananya dia bergabung ke sekolah yang ada prasarana UNBK. Kendalanya di sekolah-sekolah pesisir agak sulit, tapi  diusahakan terpenuhi,” sebut Indra.

      Sementara Ketua Komisi V DPRD Riau  Aherson meminta Dinas Pendidikan provinsi terus mematangkan persiapan UNBK dengan memaksimalkan anggaran yang telah dialokasikan sebesar Rp40 miliar.
“Anggarannya Rp40 miliar. Kita berharap Dinas dapat memaksimalkan anggaran tersebut dengan spek kebutuhanya,” sebut Aherson beberapa waktu lalu.
Politisi Demokrat Riau itu, menambahkan, program UNBK  idealnya diterapkan diseluruh SMA/SMK se Riau. Pengadaan komputer di seluruh sekolah masih terbatas anggaran. Hanya perwakilan Sekolah-sekolah yang lengkap fasilitas UNBK, sementara yang belum lengkap prasarananya diminta untuk bergabung.
Untuk itu, Pihak DPRD Riau bersama Pemprov berkomitmen akan terus menganggarkan pelaksanaan UNBK dalam mata anggaran tiga tahun kedepan.
“Saya berharap tiga tahun kedepan clear semua sekolah terapkan UNBK. Ini pesan Menteri dan memang dibutuhkan. Satu sekolah anggarannya kalau saya tidak salah itu Rp500 juta,” sebut Aherson.
Pelaksanaan UNBK sendiri sangat diperlukan disamping mengedepan transparansi, meredam kecurangan-kecurangan yang dikhawatirkan terjadi, juga mempermudah proses penilaian dengan sistem komputerisasi.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − one =