Persita Tangerang Agendakan Pertandingan Dengan Persikabo PS Tira

Tangerang, jurnalsumatra.com – Menjelang digelarnya kompetisi Liga II, Persita Tangerang, Banten, menjadwalkan uji coba pertandingan dengan tim Persikabo PS Tira di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jabar, Sabtu (13/4).

  “Tujuannya untuk mematangkan strategi dengan mengajak tim yang berlaga pada Liga I,” kata manajer Persita, Nyoman Suryanthara di Tangerang, Jumat.

  Nyoman mengatakan upaya tersebut agar pemain dapat menerapkan strategi setelah Widodo Cahyono Putro mendapatkan ilmu kepelatihan setelah beberapa hari di Spanyol.

  Menurut dia, lawan tanding tersebut karena Persikabo PS Tira dianggap memiliki jam terbang dan berbeda kasta, ini yang menjadi alasan.

  Bahkan tim asuhan Rahmad Darmawan itu diperkuat pemain kaya pengalaman sehingga ada perlawanan tangguh menjelang Liga II bergulir.

  Hal itu karena tim berjuluk Pendekar Cisadane pernah melakukan latih tanding dengan tim lokal dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan dianggap tidak sepadan.

  Namun penentuan pilihan terhadap Persikabo tersebut adalah dianggap tepat dan mendapatkan respon positif dari Rahmad Darmawan.

  Pihaknya belum dapat kepastian tentang lokasi latih tanding tersebut meski diharapkan di Stadion Pakansari karena memadai dan layak serta memiliki fasilitas memadai.

  Meski begitu, Nyoman menawarkan kepada Persikabo, jika tidak digelar di Bogor, maka pihaknya bersedia menyediakan tempat pertandingan di Stadion Sport Center Kepala Dua, Kabupaten Tangerang.

  Menurut dia, uji coba tersebut untuk mengukur kemampuan dan kinerja pemain setelah selama ini hanya mengelar latihan dan penerapan strategi oleh pelatih.

  Pihaknya telah menargetkan setiap pekan diadakan uji tanding sehingga pemain terutama juior tidak demam panggung ketika berada di lapangan hijau.

  Manajemen Persita memastikan menggandeng sponsor lokal untuk membiayai kompetisi menghadapi kompetisi Liga II yang rencananya pertengahan Mei 2019.

  Namun sudah menjalin kerja sama dengan konveksi setempat agar kaos yang diproduksi dapat digunakan saat berlaga.

  Sebelumnya, beberapa perusahaan yang ingin bekerja sama dengan tim termasuk menjadi ponsor, tapi setelah dipertimbangkan dengan matang ternyata tidak menguntungkan.

  Bahkan kerja sama itu dari merek kaos sepak bola terkenal, tapi ketika dihitung maka yang untung ternyata pihak sponsor.(anjas)