Personil Polisi Diserang

Kayuagung, jurnalsumatra.com – Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) tensi politik di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bahkan demopun menjadi “sarapan” bagi pihak kepolisian, inipun membuat polisi kewalahan bahkan Kapolres OKI hanya terdiam saat menyamsikan 3 aksi demo dalam sehari.
Pantauan dilapangan Kapolres OKI AKBP Ade Harianto, hanya terdiam menyaksikan keberutalan massa yang demo anarkis, bahkan pihak kepolisianpun dihujani lemparan oleh pendemo.
Massa yang berjumlah ratusan tersebut, memaksa ketua KPU OKI agar bertemu mereka dan meminta pilkada diulang.
Demo yg berujung anarkis tersebut, bukanlah kejadian sebenarnya, melainkan hanya simulasi pengamanan Pilkada OKI, yang dilaksanakan di halaman Pemkab OKI, Rabu (14/2/2018).
Diawali dengan simulasi, pengamanan paslon saat kampanye, dan pengamanan PAM TPS, serta diakhiri dengan massa yang mendemo kantor KPU OKI.
“Pilkada ini sangat memungkinkan terjadi keributan, memang pada simulasi ini tidak secara keseluruhan digambarkan,” kata Kapolres OKI, Ade Harianto SH MH usai simulasi.
Tapi, lanjutnya, dari semua simulasi yang dilakukan pada hari ini setidaknya ini akan menunjukkan kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. “Potensi selalu ada, meskipun Kabupaten OKI termasuk yang tidak pernah terjadi konflik pilkada. Namun ini akan tetap menjadi perhatian,” ujarnya.
Kapolres juga menuturkan, tahun 2018 merupakan tahun yang istimewa, karena selain akan dihadapkan dengan pilkada serentak, juga akan dihelat ajang Asian Games pada Agustus mendatang. “Oleh karena itu, keamanan dan kondusifitas wilayah kita harus tetap dan selalu kita jaga,” tegasnya.
Pada tahapan kampanye ini, ungkap Kapolres, pihaknya mengerahkan 2/3 dari kekuatan personil di Polres OKI, yakni sekitar 500 personil.
Ketua KPU OKI, Dedi Irawan SIP MSi yang turut menyaksikan simulasi tersebut menilai dengan apa yang diperlihatkan pada simulasi, yakin bahwa pesta demokrasi di OKI ini dapat terlaksana dengan lancar dan damai. “Melihat apa yang disimulasikan tadi, ini merupakan cerminan dari apa yang mungkin terjadi dalam pilkada nanti, mulai dari pengamanan calon, pengamanan TPS, hingga antisipasi jika terjadi kerusuhan,” ungkapnya. (ata)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + eight =