Pertamina Berikan Bantuan CSR Komunitas Tuli Peduli Bitung

Manado, jurnalsumatra.com – PT Pertamina (Persero) MOR VII memberikan bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) kepada Komunitas Tuli Peduli Bitung (Kaleb) di Bitung, Sulawesi Utara, Kamis.

  Bantuan tersebut diserahkan Manager Communication dan CSR Pertamina Mor VII Hatim Ilwan kepada pendiri Kaleb Donacrista Renata.

  Hatim Ilwan mengatakan Kaleb salah satu komunitas yang menjadi sasaran pelaksanaan Program CSR Pertamina MOR VII.

  “Ini ada adalah salah satu komunitas yang menunjukkan tekad cukup bagus, memiliki kepedulian serta salah satu komunitas yang mungkin belum tersentuh,” katanya.

  Ia menambahkan mereka sebagai komunitas pioner di Bitung, sedangkan pihaknya mengapresiasi keberadaan komunitas tersebut.

  “Bantuan CSR ini merupakan tahun kedua yang diberikan,” katanya

  Ia mengatakan kehadiran Kaleb berdampak baik bagi kepentingan masyarakat setempat.

  “Seperti jika sebelumnya terdapat masyarakat di sini yang kebetulan tidak bisa mendengar kurang percaya diri, tetapi dengan adanya komunitas ini memberikan atau menumbuhkan percaya diri. Hasilnya cukup bagus dan menumbuhkan kepercayaan diri, bahkan mulai menunjukkan mampu mandiri,” kata dia.

  Salah satu program Kaleb, yakni menjadi jembatan bagi komunitas yang bisa mendengar untuk dapat memahami dan berkomunikasi dengan teman-teman yang mengalami kendala pendengaran.

  “Mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan ini,” katanya.


  Pendiri Kaleb Donacrista Renata berterima kasih dengan bantuan yang diberikan Pertamina melalui Program CSR itu.

  “Bantuan yang diberikan seperti ‘printer’, mesin jahit dan lain sebagainya, sangat membantu untuk mempercepat pergerakan komunitas serta menunjang program-program yang ada,” katanya

  Ia mengatakan hal yang dilakukan di komunitas tersebut, antara lain belajar bahasa isyarat. Kegiatan itu penting karena tidak semua anggota komunitas mengetahui bahasa isyarat.

  Selain itu, katanya, meningkatkan kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang bekas atau limbah dari kain dan plastik serta batok kelapa.

  “Hasil yang dibuat belum dijual, karena baru dikenalkan kepada masyarakat,” katanya.

  Ia menambahkan anggotanya masih dalam proses pembelajaran, sedangkan tahun ini pihaknya akan lebih berani lagi menjual produk keterampilannya karena sudah semakin baik.

  Jumlah anggota komunitas Kaleb sekitar 30 orang. Dalam penyerahan bantuan tersebut, Manager Communication dan CSR Pertamina Mor VII Hatim Ilwan didampingi Manager Intagrated Terminal Bitung Pertamina MOR VII Abdul Hamid Nayu.(anjas)