Pertamina Cilacap Dukung Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

     Cilacap, jurnalsumatra.com – PT Pertamina (Persero) Refinery Unit IV Cilacap mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba khususnya di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, melalui kegiatan “Pertamina Untuk Indonesia Bebas dari Narkoba”.
Salah satu bentuk dukungan yang diberikan Pertamina RU IV dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba yakni dengan menggelar seminar yang menghadirkan narasumber Koordinator Penyuluh Badan Narkotika Nasional Brigadir Jenderal Polisi Viktor Pudjiadi dan Putri Antinarkoba 2017 Putri Khairunnisa di Gedung Patra Graha, Cilacap, Kamis.
Saat memberi sambutan, General Manager Pertamina RU IV Cilacap Dadi Sugiana mengatakan seminar tersebut ditujukan untuk memberikan edukasi dan pemahaman bagi para pekerja, mitra kerja, keluarga, dan masyarakat umum tentang bahaya narkoba sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan serta peredaran narkoba.
Menurut dia, kegiatan tersebut juga bertujuan mendukung program pemerintah dan perusahaan mendukung Indonesia bebas dari narkoba, berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 11/MEN/VI/2005 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya di Tempat Kerja.
“Narkoba dapat menjangkau siapa saja, termasuk kalangan pekerja, pelajar, bahkan semua kalangan. Seperti kita ketahui bersama, para pekerja yang bekerja di kawasan-kawasan industri rentan terhadap bahaya narkoba atau hal-hal yang berhubungan dengan narkoba. Oleh karena itu, Pertamina bekerja sama dengan BNN berupaya mencegah dan menanggulangi risiko bahaya narkoba,” katanya.
Saat ditemui wartawan, Dadi mengatakan dalam upaya mengelola kilang dengan baik, dibutuhkan pekerja yang sehat.
“Seperti diketahui bersama, Pertamina mengoperasikan kilang, membutuhkan pekerja yang penuh kesadaran dan waspada sehingga kami melihat narkoba adalah musuh kami,” tegasnya.
Ia mengatakan direksi PT Pertamina (Persero) sudah memerintahkan bahwa seluruh pekerja Pertamina harus dites narkoba.
Menurut dia, jika ada pekerja Pertamina yang kedapatan menyalahgunakan narkoba akan diberikan sanksi.

     “Kami memandang dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba ini, kami tidak bisa sendiri, kami membutuhkan kerja sama, sinergi, dukungan semua pihak di lingkungan Cilacap terutama pemerintah daerah, BNN, dan semua elemen-elemen masyarakat di Cilacap,” katanya.
Ia mengatakan bahaya narkoba saat sekarang sudah menjadi darurat nasional karena telah menimbulkan banyak korban.
Selain itu, kata dia, devisa negara bisa habis karena berton-ton narkoba masuk Indonesia dan ketahanan bangsa terancam.
Khusus bagi perusahaan, lanjut dia, penyalahgunaan narkoba oleh pekerja mengakibatkan produktivitas menurun sehingga berisiko besar terhadap kelangsungan perusahaan.
Disinggung mengenai pelaksanaan tes narkoba bagi pekerja Pertamina, Dadi mengatakan pihaknya berencana akan melaksanakan tes tersebut kepada seluruh pekerja.
“Kalau tahun kemarin dilakukan secara ‘spot test’, kalau ada rapat, kami kurung, lalu tes (narkoba) mendadak. Nanti tidak ‘spot’ saja tapi semua,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulya Rachman mengapresiasi kegiatan yang digelar Pertamina RU IV dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Cilacap juga akan mengadakan kegiatan yang sama untuk mengajak kalangan birokrat dan pegawai negeri sipil agar bebas narkoba.
“Kita sepakat bahwa seluruh elemen yang ada di Kabupaten Cilacap mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, dan swasta sepakat Cilacap bebas dari narkoba,” katanya.
Dalam pembukaan seminar tersebut juga dilakukan penandatangan komitmen bersama untuk pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba.
Penandatanganan komitmen bersama itu dilakukan oleh General Manager Pertamina RU IV Cilacap Dadi Sugiana, Wakil Bupati Cilacap Syamsul Aulya Rachman, Dandim 0703/Cilacap Letkol Infanteri Yudi Purwanto, dan sejumlah perwakilan instansi lainnya.(anjas)

Leave a Reply