Pertamina Salurkan 30 Kiloliter BBM Ke Enggano

     Bengkulu, jurnalsumatra.com – PT Pertamina Depo Bengkulu menyalurkan sekira 30 kiloliter bahan bakar minyak (BBM) ke Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, menggunakan kapal feri Pulo Tello, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di pulau terluar itu.
“Pengiriman bisa dilakukan setelah sebelumnya terhambat karena kondisi cuaca buruk,” kata Manajer External Communication PT Pertamina wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Arya Dwi Paramita, di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan penyaluran BBM ke pulau yang berada di tengah Samudera Hindia itu sangat bergantung pada kondisi cuaca di perairan Bengkulu.
Cuaca buruk yang terjadi di perairan Bengkulu dalam dua pekan terakhir membuat penyaluran BBM sempat terkendala sehingga pasokan BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kompak di Enggano sempat habis.
“Kami menerima keluhan dari masyarakat soal stok yang menipis tapi penyaluran sangat bergantung pada transportasi laut yang harus mempertimbangkan cuaca dan keselamatan pelayaran,” kata dia.
Arya mengatakan setelah menunggu beberapa hari, BBM dapat dikirim ke pulau terluar itu dengan rincian 10 kiloliter premium, 15 kiloliter pertalite dan 4,115 kiloliter solar.

      Bahan bakar tersebut disalurkan kepada masyarakat dengan harga yang sama dengan harga BBM di SPBU dalam Kota Bengkulu melalui SPBU Kompak di Desa Malakoni.
Sebelumnya, warga yang bermukim di Pulau Enggano mengeluhkan kekosongan pasokan bahan bakar minyak (BBM), baik di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) maupun di warung pengecer.          “Sudah dua minggu ini BBM langka sehingga mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Edward Kaahuau, saat dihubungi dari Bengkulu.
Ia mengatakan kelangkaan BBM di tingkat SPBU sudah terjadi sejak 18 Juni 2018 atau sebulan terakhir, sedangkan kelangkaan di tingkat pengecer mulai terjadi pada 25 Juni dan hingga saat ini belum ada penambahan pasokan dari Pertamina di Bengkulu.
Informasi yang diperoleh warga bahwa kekosongan pasokan BBM di pulau terluar itu diakibatkan terhentinya pelayaran kapal feri Pulo Tello yang selama ini menjadi satu-satunya transportasi yang mengangkut BBM ke Enggano.
Pelayaran terakhir kapal feri dari Kota Bengkulu menuju Pulau Enggano berlangsung pada 5 Juli 2018 dan hingga saat ini belum ada pelayaran lagi dengan alasan cuaca buruk.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 4 =