Perwakilan Asing Apresiasi Penanggulangan Terorisme Di Bali

     Kuta, Bali, jurnalsumatra.com – Sejumlah perwakilan negara sahabat mengapresiasi upaya penanggulangan terorisme, khususnya di Bali, melalui simulasi penanganan aksi teror yang diinisiasi aparat kepolisian daerah setempat.
“Polisi Indonesia sudah menyiapkan dengan baik simulasi ini. Mereka memiliki kapabilitas yang sangat baik,” kata Komandan Kepolisian Federal Australia (AFP) Jamie Strauss ketika menyaksikan simulasi penanganan terorisme di terminal khusus pesawat jet pribadi (ExecuJet) di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Kabupaten Badung, Jumat.
Menurut Komandan AFP untuk wilayah Asia Tenggara itu, dengan menyaksikan simulasi itu pihaknya dapat mengetahui bahwa otoritas berwenang di Indonesia memiliki peran yang strategis dalam mewujudkan keamanan wilayah, termasuk menangani isu kejahatan transnasional itu.
Senada dengan Jamie, perwakilan dari Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Elif Dogan yang turut menyaksikan simulasi tersebut juga mengapresiasi kesiapan yang ditunjukkan aparat kepolisian Indonesia dalam menangani ancaman terorisme.
Hal tersebut menunjukkan bahwa aparat berwenang, khususnya di Bali, terlatih dalam menangani aksi terorisme, baik saat kejadian hingga pascakejadian.
“Kami sangat terkesan dengan simulasi itu. Kami sangat berterima kasih kepada Polda Bali telah mengundang dan ikut terlibat dalam menyaksikan proses simulasi penanganan terorisme itu,” ucapanya.

     Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Petrus Golose mengatakan simulasi tersebut disaksikan oleh puluhan perwakilan lebih dari 20 negara, baik dari kedutaan besar maupun perwakilan kepolisian yang tergabung unit antiteror.
Melalui simulasi itu, Kapolda Bali menekankan bahwa penanganan aksi terorisme tidak hanya dapat dilakukan oleh kepolisian dan lintas sektor satu negara tetapi juga memerlukan kerja sama pihak lain.
“Dengan persiapan ini, jika ada ancaman kami tidak dadakan semua,” kata jenderal polisi berbintang dua itu.
Dalam simulasi itu, lanjut dia, kepolisian tidak hanya melakukan pendekatan keras tetapi juga pendekatan lunak melalui negosiasi dan pendekatan yang cerdas sebelum melumpuhkan para teroris.
Polisi Indonesia, kata dia, juga dapat menunjukkan profesionalitas kepada negara asing bahwa Indonesia memiliki kesiapsiagaan dan sistem dalam penanganan terorisme apalagi tahun 2018 Bali menjadi tuan rumah pertemuan ekonomi Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang rencananya dihadiri 15 ribu delegasi dari 189 negara.
Selain dihadiri para perwakilan dari negara sahabat, simulasi itu juga dihadiri Gubernur Bali Made Mangku Pastika, tokoh agama, tokoh antiteror hingga pelaku pariwisata di Bali.(anjas)

Leave a Reply