Peserta BPJS Ketenagakerjaan Sulbar 79 Ribu Orang

    Mamuju, jurnalsumatra.com – Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) baru tercakup 79 ribu orang atau hanya 11 persen dari jumlah pekerja yang ada di daerah itu, yakni sebanyak 621 ribu orang.
“Jumlah itu masih di bawah target nasional. Secara nasional, ada sekitar 118 juta pekerja di Indonesia dan yang baru dicover oleh BPJS Ketenagakerjaan sekitar 48 juta orang,” kata Direktur Umum dan SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz didampingi Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Sudirman Simamora di Mamuju, Selasa.
“Jadi, itu masih lebih bagus persentasenya dibanding Mamuju. Artinya apa, Mamuju harus mengejar target nasional. Target nasional saja kami menganggap masih sangat rendah sehingga kami berharap teman-teman di Mamuju harus bekerja keras untuk mencover semua pekerja,” tambahnya.
Namun, dengan keterbatasan SDM yang saat ini hanya 10 orang lanjutnya tidak akan efektif tanpa peran serta seluruh pihak, termasuk media.
“Jadi, dengan keterbatasan sumber daya yang saat ini hanya sekitar 10 orang dibandingkan jumlah pekerja di Sulbar yang mencapai 621 ribu orang tentu tidak akan efektif tanpa melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, khususnya pemerintah provinsi dan pemerinah kabupaten, termasuk teman-teman wartawan,” jelasnya.

       “Memang, sebagian masyarakat masih menganggap BPJS Ketenagakerjaan sebagai program yang tidak bisa dirasakan langsung manfaatnya seperTi program lain misalnya asuransi kesehatan. Nah, disinilah tugas kita termasuk pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan teman-teman wartawan untuk menyadarkan masyarakat,” lanjutnya.
Ia menyatakan, program BPJS Ketenagakerjaan seperti jaminan pensiun, jaminan hari tua serta jaminan kematian kecelakaan kerja merupakan jaminan perlindungan bagi para pekerja maupun ahli warisnya.
“Program-program BPJS Ketenagakerjaan seperti jaminan kematian, kecelakaan kerja dan jaminan hari yang menerima adalah ahli warisnya sehingga pekerja terlindungi dan ahli warisnya juga tidak terbengkalai karena dibantu perlindungan jaminan sosial,” tuturnya
“Tentunya, kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan itu banyak sekali manfaatnya khususnya untuk masyarakat kecil sebab dengan dana klaim itu akan sangat berharga bagi mereka. Dan ini memang amanah Undang-undang bahwa seluruh masyarakat pekerja di Indonesia harus dilindungi oleh BPJS ketenagakerjaan,” tambahnya.
Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Sudirman Simamora mengatakan bahwa jumlah angkatan kerja di Provinsi Sulawesi Barat mencapai 641 ribu orang namun yang bekerja sekitar 621 ribu pekerja dan yang terdaftar sebegai peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya sekitar 79 ribu pekerja.
Ia menyatakan, masih rendahnya jumlah pekerja yang tercakup pada BPJS Ketegakerjaan di Sulbar akibat daerah itu baru berkembang.
“Kami berharap, dengan peningkatan status dari Kantor Cabang Perintis Mamuju menjadi Kantor Cabang Pratama BPJS Ketenagakerjaan Sulbar, jumlah pekerja yang tercakup melalui BPJS Ketenagakerjaan akan semkin bertambah. Tentunya, dibutuhkan kerja keras dan kerja sama dari semua pihak untuk mensosialisasikan program-program BPJS Ketenagakerjaan itu,” jelasnya.
Saat ini, tambah dia juga sudah terdapat kantor cabang pembantu BPJS Ketenagakerjaan di sejumlah kabupaten di Sulbar.
“Kami optimistis, target nasional akan dicapai. Apalagi setelah Kantor Cabang Pratama Sulbar selesai dibangun dengan SDM yang juga bertambah maka target kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Sulbar akan tercapai,” lanjutnya.(anjas)

Leave a Reply