Peserta Pilkada Garut Diminta Bongkar Baliho Kampanye

     Bandung, jurnalsumatra.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Jawa Barat, meminta para peserta pilkada dan masing-masing  tim sukses membongkar seluruh baliho dan spanduk pencalonan karena menyalahi aturan tentang alat peraga kampanye.
“Sebenarnya penertiban itu ranahnya Panwaslu untuk itu semua alat peraga kampanye yang melanggar peraturan harus ditertibkan,” kata Komisioner KPU Garut Ade Sudrajat kepada wartawan di Garut, Rabu.
Ia menuturkan, KPU Garut telah menetapkan empat peserta Pilkada Garut terdiri dari tiga pasang yang diusung partai politik dan satu pasang dari jalur perseorangan.
Empat pasang yang sudah  mendapatkan nomor urut peserta Pilkada Garut, kata Ade, sudah harus mematuhi segala peraturan setiap tahapan pilkada, termasuk cara kampanye.
“Sekarang spanduk atau baliho para calon yang terpasang di jalan sudah seharusnya ditertibkan, tidak boleh ada lagi atribut,” katanya.

    Ia mengatakan, sebelum penetapan peserta Pilkada Garut sudah banyak tersebar berbagai macam atribut gambar calon bupati dan wakil bupati tersebar di jalan protokol, menempel di pohon, bahkan tiang besi di pinggiran jalan.
Atribut kampanye itu, kata dia, sesuai aturan KPU tidak boleh sembarangan dipasang, termasuk dibatasi jumlah pembuatan dan lokasi pemasangannya.
“Pemasangan atribut kampanye diatur oleh Peraturan KPU, jadi para calon tidak bisa seenaknya memasang,” katanya.
Plt Sekda Pemerintah Kabupaten Garut, Uu Saepudin menambahkan, sudah memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Garut yang berwenang menertibkan segala atribut kampanye yang melanggar aturan.
Uu menegaskan, seluruh atribut kampanye dan iklan produk yang tidak ada surat izinnya wajib dibongkar untuk menjaga ketertiban, kenyamanan dan keindahan kota.
“Semua yang tidak sesuai SK harus ditertibkan Satpol PP, kita perintahkan itu,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + four =