Peserta SMN Sumsel Termotivasi Teknologi INKA

     Madiun, jurnalsumatra.com – Para peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Sumatera Selatan sangat termotivasi dengan kecanggihan teknologi pembuatan kereta api yang dimiliki oleh PT Industri Kereta Api (Persero) Madiun, Jawa Timur.
Mereka, Rabu, mengaku bangga karena INKA tidak hanya satu-satunya di Indonesia, namun juga merupakan pabrik kereta api satu-satunya di Asia Tenggara.
“Tentunya kami sangat bangga dengan nusantara dan Indonesia. Terlebih, teknologi dan kecanggihan PT INKA dapat menjadi motivasi dan pelajaran bagi kita ke depannya,” ujar salah satu peserta SMN, Rosy saat berkunjung di PT INKA (Persero) di Madiun.
Dalam kunjungan tersebut, selain mendapatkan pemaparan tentang profil PT INKA, para siswa juga menyimak kiat-kiat sukses PT INKA selama memproduksi kereta api di Indonesia. Setelah itu, para siswa dan rombongan diajak untuk melihat sejumah bagian “workshop” yang ada di PT INKA. Di antaranya bagian perakitan kereta api, pengecatan, dan “finishing”.
Direktur Keuangan dan SDM PT INKA (Persero), M Nur Sodiq, menyambut baik kunjungan para peserta tersebut. Dalam kegiatan itu, Sodiq mengungkap rahasia PT INKA (Persero) memproduksi kereta api yang sukses menembus pasar ekspor.
Berdasarkan penjelasannya, perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1981 itu menjadi satu-satunya produsen kereta api yang ada di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

“Di Asia tidak banyak yang mempunyai industri kereta api. Produsen kereta hanya ada di Jepang, Korea, India, China, dan Indonesia,” kata Sodiq.
Selama ini, lanjutnya, produk INKA sudah diekspor ke berbagai negara di dunia. Bahkan, hampir seluruh negara di Asia Tenggara pernah merasakan produk buatan INKA.
“Terbaru, kita ada di Filiphina. Kemudian, Bangladesh juga sudah membeli ratusan gerbong dari kita. Beberapa negara di Afrika juga sedang tender,” kata dia.
Sodiq menjelaskan untuk bisa menembus pasar ekspor, bukanlah hal yang mudah bagi INKA. Sebab, harus bersaing ketat dengan negara lain, seperti India dan China.
“Untuk LRT yang di Palembang saja, kami harus berkompetisi dengan pabrik kereta dari berbagai negara. Saingan paling berat adalah China,” katanya.
Melalui kegiatan SMN, ia ingin peserta yang ada kelak menjadi orang-orang yang bangga dan cinta dengan Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, selain INKA juga hadir perwakilan perusahaan BUMN yang lain, di antaranya perwakilan Sier, Sarinah, dan Angkasa Pura II.
Seperti diketahui, Program SMN merupakan salah satu program Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang bersifat pertukaran pelajar antarprovinsi, termasuk Jawa Timur. Kegiatan itu merupakan salah satu program BUMN Hadir Untuk Negeri yang berlangsung tiap tahun sejak 2015 lalu serta diprioritaskan untuk siswa SMA/SMK berprestasi di bidang akademik dan nonakademik.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + 12 =