Petugas KAI DAOP Jember Temukan Tumpukan Batu Di Tengah Rel

Jember, Jawa Timur, jurnalsumatra.com – Petugas Penilik Jalan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember menemukan tumpukan baru berukuran sedang berada di tengah rel di Desa Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (22/2) yang dapat membayakan keselamatan perjalanan kereta api yang melintasi daerah itu.

  “Batu-batu itu ditemukan di lintasan kereta api di kawasan Dusun Karetan, Desa Jatiroto, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, tepatnya di KM 150+7/8,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 9 Mahendro Trang Bawono di Kabupaten Jember, Minggu.

  Menurutnya petugas KAI menemukan tumpukan batu tersebut pada pukul 16.15 WIB sebelum ada kereta api melintas di kawasan Desa/Kecamatan Jatiroto, namun pihaknya selalu melakukan pemeriksaan jalur rel secara berkala untuk memastikan perjalanan kereta api tersebut aman.

  “Kami juga sudah melaporkan kepada aparat kepolisian terkait peristiwa itu, sehingga berharap pelaku yang melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan penumpang kereta api dapat ditangkap secepatnya,” tuturnya.

  Ia mengaku baru pertama kalinya batu tersebut ditumpuk di tengah rel karena biasanya ulah iseng anak-anak menata batu di atas rel, namun yang terjadi di Desa Jatiroto tersebut merupakan batu berukuran sedang dan diprediksi merupakan ulah pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja melakukan hal itu.

  “Kami sangat menyayangkan kejadian itu, namun beruntung tumpukan batu ditemukan lebih dulu oleh petugas sebelum perjalanan KA Sritanjung rute Lempuyangan-Banyuwangi yang melintas di kawasan Jatiroto pada pukul 17.14 WIB dan KA Probowangi rute Banyuwangi-Surabaya melintas di kawasan tersebut pada 17.38 WIB,” katanya.

  Mahendro mengimbau masyarakat untuk tidak menaruh benda-benda apapun di tengah dan atas rel kereta api karena dapat membahayakan keselamatan para penumpang kereta api.

  “Kami juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar jalur rel KA untuk ikut menjaga dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta api,” ujarnya.(anjas)