Petugas Medis Puskesmas Jembrana Siaga Mudik

     Negara, Bali, jurnalsumatra.com – Petugas medis di Puskesmas-Puskesmas Kabupaten Jembrana, Bali diperintahkan siaga melayani pemudik untuk mengantisipasi bila ada korban kecelakaan ataupun pemudik yang jatuh sakit dalam perjalanan serta memerlukan pertolongan.
“Di sepanjang jalan raya jalur mudik yang masuk wilayah Kabupaten Jembrana banyak Puskesmas, kami perintahkan petugas medisnya untuk siaga menolong pemudik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr Putu Suasta MKes, di Negara, Jumat.
Ia mengatakan, dari mulai Kecamatan Pekutatan di ujung timur Jembrana hingga Kelurahan Gilimanuk di ujung barat, ada empat Puskesmas yang melayani rawat inap, serta Puskesmas biasa yang buka sampai jam 20.00 wita.
Meskipun Puskesmas biasa hanya buka sampai jam 20.00 wita, ia mengatakan, petugas medis seperti dokter dan perawat harus siap setiap saat dihubungi jika ada pasien dari pemudik.

“Nomer telepon petugas medis di masing-masing petugas sudah kami berikan pada pos polisi terdekat. Saat ada pemudik sakit atau kecelakaan, bisa datang ke Puskesmas mana saja yang terdekat,” katanya.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman arus mudik sebelumnya, pasien dari pemudik yang membutuhkan perawatan rata-rata disebabkan kecelakaan, baik luka ringan maupun berat yang harus dirujuk ke RSU Negara.
Karena perjalanan jauh, ia mengimbau bagi pemudik yang ikut jaminan kesehatan seperti BPJS untuk membawa kartu JKN, sehingga saat membutuhkan perawatan tidak perlu keluar biaya lagi.
“Kalau hanya luka ringan dan cukup dirawat di Puskesmas biayanya tidak terlalu mahal, tapi kalau harus dirujuk ke rumah sakit tentu perlu biaya yang besar. Saat dirujuk itulah bila pasien memiliki kartu jaminan kesehatan sangat membantu,” katanya.
Selai itu ia mengaku, pihaknya tidak membuka pos khusus kesehatan di sepanjang jalur mudik, karena banyak pos polisi untuk pengamanan mudik lokasinya berdekatan dengan Puskesmas.
“Yang penting petugas medisnya selalu siaga dan siap kapan saja dipanggil untuk memberikan pertolongan. Kalau harus ada pos tersendiri, justru akan menganggu pelayanan di Puskesmas karena petugasnya jadi berkurang,” katanya.  (anjas)

Leave a Reply