PGRI Batam Selenggarakan Perlombaan Peringati Hari Guru

Batam, jurnalsumatra.com – Persatuan Guru RI Kota Batam menyelenggarakan berbagai lomba untuk pengajar, dalam memperingati HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) ke-24 tahun 2018 Tingkat Kota Batam, Kepulauan Riau.
“Ada 10 cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan dalam peringatan HUT ke-73 PGRI dan HGN ke-24 tingkat Kota Batam, yakni cabang bola voli putra, voli putri, takraw, futsal, senam PGRI, langgam putri, langgam putra, puisi, tari kreasi, dan pop ye ye,” kata Ketua PGRI Batam, Rustam Effendi di Batam, Senin.
Perlombaan itu diadakan untuk menyemangati guru, mengasah kemampuan sekaligus hiburan, di tengah tugas berat, mendidik anak bangsa.
Sementara itu, Wali Kota Batam, saat memimpin Upacara Hari Guru Nasional mengatakan di era revolusi industri 4.0, PGRI harus berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan, sekaligus berjuang untuk mengangkat harkat dan martabat guru.
Menurut dia, di era revolusi industri 4.0, sistem pendidikan nasional dihadapkan pada tantangan yang amat kompleks tetapi menarik.
“Oleh karena itu, PGRI sebagai organisasi profesi juga ditantang agar mampu menggerakan guru, pendidik, dan tenaga kependidikan memberikan andil tidak hanya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, tetapi lebih dari itu harus merasa terpanggil untuk ikut melahirkan pemikiran transformatif dalam pengembangan kebijakan pemerintah, pengelolaan program pembangunan di pusat dan di daerah, serta dalam melahirkan berbagai gagasan dan tindakan inovatif sesuai dengan tantangan Abad ke 21,” kata dia membacakan Ketua Umum PB PGRI, Inifah Rosyidi.
Dunia pendikikan tengah menghadapi fenomena disrupsi, dengan lahirnya digitalisasi sistem pendidikan melalui inovasi aplikasi teknologi seperti Massive Open Online Course (MOOC) dan Artificial intelligence.

Fenomena itu, di antaranya adalah inovasi pembelajaran daring yang dirancang terbuka, saling berbagi, terhubung atau berjejaring satu sama lain. Prinsip ini menandai dimulainya demokratisasi pengetahuan yang menciptakan peluang bagi setiap orang untuk memanfaatkan teknologi secara produktif.
Sedangkan yang kedua adalah mesin kecerdasan buatan yang dirancang untuk melakukan pekerjaan spesifik untuk membantu tugas-tugas keseharian manusia. Di bidang pendidikan, artificial intelligence membantu pembelajaran secara individual, yang mampu melakukan pencarian informasi dan menyajikannya dengan cepat, akurat, dan interaktif.
“Inilah yang menandai revolusi industri 4.0 khususnya di bidang pendidikan,” kata dia.
Kedua perkembangan itu mengubah fundamental kegiatan belajar-mengajar. Ruang kelas mengalami evolusi kearah pola pembelajaran digital yang menciptakan pembelajaran lebih kreatif, partisipatif, beragam, dan menyeluruh.
Guru memiliki peran penting dalam kontekstualisasi informasi serta bimbingan terhadap peserta didik dalam praktis diskusi daring.
Guru sulit bersaing dengan mesin, yang jauh lebih cerdas, lebih cepat dan lebih efektif dalam pencarian informasi dan pengetahuan. Karena itu para guru perlu mengubah cara mengajar dari yang bersifat tradisional menjadi pembelajaran multi-stimulan agar lebih menyenangkan dan menarik.
“Demikian juga peran guru berubah dari semula menjadi pemberi pengetahuan menjadi mentor, fasilitator, motivator, inspirator, pengembang imajinasi, kreativitas, nilai-nilai karakter, serta team work, dan empati sosial karena nilai-nilai itulah yang tidak dapat diajarkan oleh mesin,” kata dia.(anjas)

Leave a Reply