PIRN Beri Pemahaman IPTEK Kepada Siswa

     Purbalingga, jurnalsumatra.com – Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Tri Laksana Handoko mengatakan penyelenggaraan Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) XVII untuk memberikan pemahaman kepada siswa SMP dan SMA/sederajat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi
“Harapan kami ilmu pengetahuan dan teknologi bisa semakin menggema, dikenal dan dijiwai oleh para siswa,” kata Handoko saat membuka PIRN XVII di Pendopo Dipokusumo Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin.
Handoko mengatakan, PIRN XVII akan mengajak peserta untuk melakukan kegiatan berbau ilmu pengetahuan dan teknologi, berfikir kreatif, melihat permasalahan, berinovasi mencari solusi dan memberikan manfaat kepada masyarakat.
Hal-hal tersebut, kata Handoko, merupakan sifat-sifat yang harus dimiliki seorang profesional. Para peserta PIRN XVII di masa depan diharapkan menjadi profesional di bidangnya masing-masing.
“Seorang profesional harus peka dengan permasalahan yang ada di lingkungannya dan mencari solusi untuk permasalahan itu. Mereka yang sukses sebagian besar seperti itu,” tuturnya.

     Handoko mengatakan, PIRN merupakan salah satu kegiatan LIPI yang dimulai sejak 2002. Dalam kegiatan selama tujuh hari, para peserta bersama instruktur yang merupakan pakar di bidangnya masing-masing akan melakukan penelitian lapangan dan pengayaan di kelas.
PIRN XVII merupakan kerja sama antara LIPI dengan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Menurut Handoko, Purbalingga merupakan lokasi yang sangat cocok untuk melakukan penelitian lapangan.
“Silahkan asah pemikiran dengan mencari permasalahan dan solusinua. Apa pun profesi adik-adik nanti, itu akan bermanfaat,” katanya.
Pelaksana Tugas Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan di wilayahnya terdapat sentra industri knalpot, rambut palsu dan bulu mata palsu, batik dan lain-lain yang  akan menjadi tujuan penelitian para peserta PIRN.
PIRN XVII diikuti oleh 442 siswa dengan perincian 311 di bidang ilmu pengetahuan alam dan 131 di bidang ilmu pengetahuan sosial, serta 157 guru dengan perincian 80 di bidang ilmu pengetahuan alam dan 77 di bidang ilmu pengetahuan sosial.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + five =