PKS: Pemindahan Kedutaan AS Bahayakan Perdamaian Timteng

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berpendapat bahwa keputusan Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya di Israel dari Kota Tel Aviv ke Yerusalem akan membahayakan situasi perdamaian di kawasan Timur Tengah (Timteng).
Pernyataan tersebut diungkapkan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid yang sebelumnya memimpin delegasi partai untuk menyampaikan surat protes ke Kedubes AS dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis.
“Kami menyayangkan sikap Donald Trump yang mengabaikan suara internasional lewat penolakan dari 128 negara, atau 75 persen negara anggota PBB dalam sidang umum. Padahal AS sering mengikrarkan diri sebagai negara demokrasi, tetapi justru mengingkari suara mayoritas dalam demokrasi di sidang PBB,” kata Hidayat.

Menurut dia, AS yang mengeluarkan solusi dua negara untuk perdamaian Israel-Palestina justru sedang merusak tatanan perdamaian yang sedang dibangunnya sendiri.
“Sikap AS membahayakan perdamaian di Timur Tengah. AS akan semakin sulit menciptakan solusi dua negara versi mereka dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel,” papar Hidayat usai diterima Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Erin Elizabeth McKee.
Hidayat juga mengingatkan posisi AS yang berusaha menjadi penengah Palestina dan Israel, namun tercoreng karena keputusan pemindahan tersebut semakin menunjukkan keberpihakan terhadap Israel.
“Mahmoud Abbas bahkan sudah menyebut AS bukan lagi mediator yang baik untuk perdamaian,” terang Hidayat.
Hidayat menilai, dengan sikap ini, sama saja tidak ada lagi jaminan hak-hak warga Palestina yang diakui AS. Sebelum dukungan diberikan, Israel pun sudah melakukan kejahatan kemanusiaan, menolak resolusi PBB, hingga membahayakan eksistensi Masjidil Aqsa.
Saat pengiriman surat tersebut, delegasi DPP PKS yang terdiri dari dirinya, Ketua BPPLN DPP PKS Sukamta, Ketua Bidang Humas DPP PKS Ledia Hanifa, Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Aboe Bakar Al Habsyi dan Ketua Kaukus Parlemen Untuk Al-Aqsa Rofi Munawwar, diterima oleh Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia.(anjas)

Leave a Reply