Pleno Penetapan Pasangan Calon Tetap Dilakukan

Jayapura, jurnalsumatra.com  – Komisi Pemilihan Umum Provinsi Papua menegaskan bahwa pengumuman penetapan pasangan calon  gubernur/wakil gubernur tetap dilakukan pada Senin sekitar pukul 11.00 WIT.
“KPU tetap mengacu pada jadwal nasional. Penetapannya hari ini di KPU Papua,” tegas Ketua KPU Papua Adam Arisoy di Kota Jayapura, Senin.
Ia menegaskan bahwa pengumuman penetapan pasangan calon harus dilakukan agar para komisioner KPU Papua tidak melanggar aturan yang ada.
“Pengumuman tetap dilakukan agar tidak terjadi kesalahan,” katanya.
Menurut dia, dari syarat pencalonan kedua bakal paslon gubernur/wakil gubernur yakni Lukas Enembe-Klemen Tinal dan John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae memenuhi syarat. Artinya dukungan partai politik memenuhi syarat.
Sementara untuk syarat calon, kata Adam, hingga kini kedua pasangan tersebut belum mendapat rekomendasi dari Majelis Rakyat Papua (MRP) terkait keabsahan sebagai orang asli Papua.

“Kalau kita lihat secara ‘de facto’-nya, kedua pasangan calon ini adalah orang asli Papua, kita semua sudah tahu dan tidak bisa pungkiri lagi, tetapi ‘de jure’ harus dapat pengakuan dari lembaga yang diberikan kewenangan, yaitu MRP,” katanya.
Hanya saja, kata dia, sebagaimana diketahui publik atau sudah menjadi konsumsi khalayak ramai bahwa dokumen bakal pasangan calon ini tertahan di Pansus DPRP sekian lama. Tetapi hal itu tidak membatasi waktu pentahapan secara nasional.
“Sehingga hal-hal yang akan timbul dalam pleno besok nanti kita akan putuskan, apakah kita nyatakan kedua calon itu tidak memenuhi syarat atau memenuhi syarat atau kita menambah waktu untuk sambil menunggu rekomendasi ‘de jure’-nya dari MRP,” katanya.
Jika pasangan calon menggunakan rekomendasi dari suku-suku asli Papua terkait keabsahan sebagai orang asli di Bumi Cenderawasih, Adam menjelaskan, hal itu diatur dalam PKPU Nomor 10 Pasal 25 tentang Rekomendasi MRP Terhadap Pasangan Calon Bukan Orang Asli Papua.
“Tapi pasangan atau calon itu mendapat pengakuan dari salah satu suku di Papua, maka KPU berhak untuk menetapkan calon itu memenuhi syarat, begitu. Namun ini ‘kan sama sekali belum kita lalu, MRP belum verifikasi, kalau ini dilakukan, berarti bisa dijalankan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine + seventeen =