PLN: Rasio Elektrifikasi Kelistrikan Sulteng 83 Persen

     Palu, jurnalsumatra.com –  Rasio elektrifikasi kelistrikan di Provinsi Sulawesi Tengah di awal tahun 2018 tercatat sebesar 83 persen di mana ada 80 desa yang belum dialiri listrik.
“Target hingga akhir tahun sekitar 90 persen dan tahun 2019 bisa mencapai 100 persen,” kata Manager PT Perusahaaan Listrik Negara (PLN) Area Palu, Abas Saleh, di Palu, Rabu.
Abas menjelaskan untuk mencapai target itu, harus ada 80 desa di Sulteng yang tersisa, untuk menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapasitas yang kecil.
Namun itu tidak mudah karena lokasi-lokasi yang belum terjangkau itu memiliki akses yang cukup terbatas.
Untuk mencapai target itu, PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah, terkait dengan desa-desa yang belum bisa dijangkau PLN, atau yang masuk dalam rencana, namun masih sulit dalam akses infrastruktur pendukung.
“Kami berharap itu bisa dibantu oleh Pemda, apakah dalam bentuk pembangkit listrik tenaga surya atau bentuk apa pun, yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Abas juga mengumpamakan seandainya lokasi itu juga bisa dijangkau, namun transportasi untuk mengangkut mesin-mesin juga membutuhkan waktu. Selain itu, proses distribusi bahan bakar juga menjadi kendala.

     “Namun untuk jelasnya, persoalan ini sudah ditangani khusus oleh unit pelaksana pembangunan kelistrikan Sulteng,” kata Abbas.
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy N Sommeng belum lama ini mengatakan capaian rasio elektrifikasi secara nasional yaitu perbandingan jumlah rumah tangga yang berlistrik dengan total rumah tangga di tahun 2017, melampaui target yang telah ditetapkan dalam perencanaan.
Tahun 2017 lalu, prognosa rasio elektrifikasi sampai dengan Desember 2017 mencapai angka 94,91 persen, melebihi target rasio elektrifikasi yang tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian ESDM yaitu 92,75 persen.
Terkait peningkatan rasio elektrifikasi ini Kementerian ESDM bertekad mempercepat program penyediaan listrik melalui sinergi APBN/APBD dan Anggaran PT PLN (Persero).
“Fokusnya pada wilayah terdepan, terluar dan tertinggal atau 3T dan memberi kesempatan swasta melalui peningkatan pemanfaatan sumber EBT setempat,” ungkap Andy.(anjas)

Leave a Reply