PMI: Kondisi Air Di Lokasi Bencana Keruh

     Banjarnegara, jurnalsumatra.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menginformasikan bahwa kondisi air di lokasi bencana tanah bergerak di Desa Bantar masih keruh.
“Kondisi air masih keruh karena sumber mata air tergerus longsoran,” kata Staf PMI Banjarnegara bidang Penanggulangan Bencana Alam dan Humas, M. Alwan Rifai, di Banjarnegara, Rabu.
Dia menambahkan, kondisi air tidak layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat setempat.
“Terutama untuk akses air dari mata air utama yang mengalir ke Desa Suwidak dan Dusun Sikenong serta Dusun Buana,” katanya.
Pada saat ini, kata dia, PMI banjarnegara tengah melakukan survei mata air di lokasi bencana.
“Kami mengecek apakah kelembaban, kejernihan, kelayakan air dan lain sebagainya layak bagi masyarakat setempat,” katanya.
Setelah itu, kata dia, pihaknya akan melakukan penyaringan air guna menyuplai kebutuhan air di wilayah setempat mulai dari Desa Bantar hingga Desa Suwidak yang terdampak bencana.
“Untuk itu dilakukan pengecekan sebelum membuat alat filtrasi dan nantinya akan diuji di laboratorium apakah layak di konsumsi masyarakat atau tidak,” katanya.

     Hal itu, kata dia, bagian dari pelayanan PMI bidang sanitasi, kebutuhan air bersih dan pengelolaan limbah serta sampah.
Kordinator tim Water Sanitation and Hygine (WASH) PMI Banjarnegara, Yudiono mengatakan, pihaknya sudah melakukan analisa serta melakukan pendataan kebutuhan untuk melakukan uji penyaringan atau filtrasi air di lokasi utama.
“Kebutuhan sudah kami rinci serta disampaikan kepada BPBD Banjarnegara untuk selanjutnya menjadi bahan rujukan realisasi,” katanya.
Dengan proses filtrasi tersebut, kata dia, diharapkan nantinya kebutuhan dan akses air bersih untuk warga dapat terpenuhi.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Arief Rahman mengatakan telah terjadi bencana pergerakan tanah di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa.
“Akibat curah hujan dengan intensitas yang lama dalam beberapa hari telah menyebabkan pergerakan tanah dan mengakibatkan jalan penghubung antara Desa Bantar dan Desa Suwidak terputus total,” katanya.(anjas)

Leave a Reply