PN Bengkalis Hukum Penyelundup Trenggiling Tiga Tahun

     Bengkalis, jurnalsumatra.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis, Provinsi Riau menjatuhkan hukuman dan inkrah tiga tahun penjara, denda Rp100 juta serta subsider satu bulan kurungan atas tindakan penyelundupan trenggiling (Manis Javanica) kepada pelaku berinisial A dan B, dari suku Anak Laut pada Selasa.
“Terdakwa A dan B telah terbukti secara sah melakukan tindak pidana mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup sebagaimana diatur dalam pasal 21 ayat 2 huruf b ayat 2 UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem,” ujar hakim ketua Zia UL Jannah.
Barang bukti berupa 1 unit perahu pompong diserahkan ke negara sementara 101 trenggiling dilepas-liarkan oleh BBKSDA
Pada sidang sebelumnya, Jaksa penuntut umum, Andy Sunartedjo, menjatuhkan vonis empat tahun, denda Rp100 juta dan subsider enam  bulan.

Persidangan ini juga dihadiri oleh Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Gakkum BBKSDA Riau, Marhot  Pohan dan WWF Indonesia, Anid Wikasari. Menurut Pohan, Kedua terdakwa adalah kurir yang mengantar trenggiling dari Sungai Pakning ke kapal-kapal Malaysia.
Pohan menambahkan, untuk sekali transaksi, terdakwa diberikan upah Rp 200.000 hingga Rp. 800.000.
Pada 24 Oktober 2017, tim gabungan TNI lanal Dumani WFQR (Western Fleet Quick Response) 1.6  menangkap kedua terdakwa A (25) dan B (22) di perairan Roro-Pakning ketika hendak melansir 101 trenggiling ke kapal Malaysia.
“Bengkalis adalah pintu masuk dan keluar perdagangan satwa. Dari Bengkalis, satwa tersebut akan dikirim ke negara negara asing seperti Malaysia, China dan Vietnam,” ujar Anid dari WWF Indonesia.
Pohan dan Anid berharap dengan tertangkapnya pelaku-pelaku pada kasus kejahatan satwa yang dilindungi, angka kepunahan satwa langka dapat ditekan dan kestabilan ekosistem hutan semakin terjaga.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =