PN Jakbar Periksa Saksi Pemalsuan Surat Tanah

Cibinong, Jabar, jurnalsumatra.com – Pengadilan Negeri Jakarta Barat akan menggelar persidangan kembali dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi kasus dugaan pemalsuan surat tanah yang dilakukan oleh pengusaha Muljono Tedjokusumo.
“Sidang pertama perkara dugaan pemalsuan surat tanah dengan terdakwa pengusaha Muljono Tedjokusumo sudah berlangsung pada Rabu (7/11),” kata kuasa hukum pemilik tanah (Muhadih, Abdurahman, ┬ádan ahli waris Baneng), Aldrino Aldrinof, di Cibinong, Senin (12/11).
Menurut dia, pengadilan akan menghadirkan saksi-saksi, sehingga jaksa maupun hakim nantinya akan menimbang dan bertanya terkait kasus tanah tersebut.
Menurutnya, hal itu mungkin akan memakan waktu terbilang lama, bahkan hingga berhari-hari. Namun bertujuan untuk membuka maupun pembuktian bahwa terdakwa Muljono Tedjokusumo sebagai pelaku pemalsuan surat tanah.

Selain itu, dengan persidangan tersebut dapat mengetahui awal mula terjadi permasalahan pemalsuan surat tanah itu.
Sidang itu sudah sesuai Laporan Polisi Nomor: LP 261/III/2016/Bareskrim tanggal 14 Maret 2016 dan LP: 918/IX/2016/Bareskrim tanggal 7 September 2016.
“Dari laporan tersebut tentu ada kesalahan dengan Presiden Jakarya Royale Golf Club Muljono Tedjokusumo telah melakukan pemalsuan surat tanah milik ketiga orang,” katanya lagi.
Ia menambahkan pada kasus ini terdakwa Muljono Tedjokusumo dikenakan pasal 263 ayat (1) pasal 264 Ayat (2) dan pasal 266 ayat (2) KUHP.
“Setelah mendengar dakwaan, Muljono dan tim kuasa hukumnya memutuskan tidak mengajukan nota keberatan atau eksepsi,” katanya pula.
Jaksa Penuntut Umum Okta mengatakan tidak mempersoalkan langkah Muljono dan tim kuasa hukum untuk tidak mengajukan eksepsi.
Menurutnya, eksepsi tidak mempengaruhi pokok perkara dan tentunya persidangan akan berlanjut pada Selasa (13/11) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi pada sidang.
“Itu hak mereka kalau mereka tidak eksepsi. Eksepsi itu kan bukan pokok materi perkara,” katanya lagi. (anjas)

Leave a Reply