PN Tolak Gugatan Praperadilan Mantan Bupati HST

     Barabai, jurnalsumatra.com – Pengadilan Negeri Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah,  Kalimantan Selatan, menolak  gugatan praperadilan yang diajukan mantan Bupati Hulu Sungai Tengah  periode 2010-2015 Harun Nurasid.
Hakim Pengadilan Negeri Barabai Reza H Pratama di Barabai, Rabu mengatakan, penetapan tersangka Harun oleh Kejaksaan Negeri setempat sah dan sudah sesuai prosedur.
“Sebelum penetapan tersangka kejaksaan sudah melakukan penyelidikan, penyidikan dan telah memiliki lima alat bukti” terangnya.
Harun sendiri menjadi tersangka dugaan korupsi pembangunan ruang kelas baru SMK Kejuruan Al Hidayah Haruyan dengan kerugian uang Negara sekitar Rp1,7 miliar.
Sementara itu dalam sidang putusan praperadulan ini pihak pemohon hanya dihadiri kuasa substitusi Ahmad Gazali Nor.

Pihak kuasa hukum Harun sendiri belum memberikan tanggapan atas penolakan praperadilan penetapan tersangka kliennya.
Terpisah Kepala Kejaksaan Negeri HST Wagiyo Santoso  menerangkan dengan hasil putusan PN Barabai ini pihak Kejaksaan sudah sesuai prosedur dalam penetapan terhadap tersangka Harun Nurasid.
“Kami melakukan penyidikan  dengan terukur dan sesuai dengan rambu-rambu yang ditentukan oleh KUHP dan  proses hukum tersangka tetap dilanjutkan,” jelas Wagiyo.
Pihaknya juga sangat menghormati proses praperadilan ini karena merupakan hak tersangka dalam upaya hukum terhadap kasus yang menimpanya.
Sebelumnya  3 Mei 2018 pihak tersangka bersama kuasa hukumnya mengajukan praperadilan ke PN Barabai terkait sah atau tidaknya penetapan tersangka oleh Kejari HST dan sah atau tidaknya surat perintah penyidikan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 3 =