Polda Bali Bekuk Pengedar 501,28 Gram Sabu-Sabu

     Denpasar, jurnalsumatra.com – Tim Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali membekuk pengedar narkoba dengan barang bukti lima paket berisi sabu-sabu seberat 501,28 gram brutto dan 700 butir pil ekstasi dengan berat 198,35 gram brutto.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja saat dihubungi di Denpasar, Jumat, membenarkan adanya penangkapan dua pengedar narkoba berinisial TO (34) dan S (28), pada 6 Desember 2018 yang saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kedua tersangka yang berasal dari Jawa Timur ini sudah dibawa ke Kantor Ditresnarkoba Polda Bali untuk dilakukan pemeriksaan mendalam oleh anggota,” katanya.
Kedua tersangka ditangkap petugas di sebuah hotel di Wilayah Kuta, yang berawal dari adanya laporan masyarakat bahwa para pelaku diduga terlibat tindak pidana narkoba.
Berbekal laporan dari masyarakat tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku, kemudian saat pelaku hendak keluar dari hotel, tim opsnal langsung melakukan penangkapan dan pelaku langsung digiring menuju ke kamarnya.
Setelah dilakukan penggeledahan dikamar pelaku petugas berhasil menemukan 700 butir pil ektasi, lima buah paket sabu-sabu, timbangan, satu bendel klip plastik dan buku rekapan.
Hengky menegaskan, Polda Bali akan terus melakukan penangkapan terhadap pelaku narkoba, sehingga Bali bisa bebas dari peredaran gelap narkoba.
Jaringan LP Kerobokan
Sebelumnya (6/12), Satres Narkoba Polresta Denpasar bersama tim CTOC Polda Bali membongkar jaringan narkoba LP Kerobokan dengan menangkap dua wanita bernama Sug (39) dan Nov (30) yang menjadi kurir dan pengedar narkoba jenis sabu-sabu mencapai 294,18 gram dan 504 butir pil ekstasi.
“Keberhasilan petugas mengungkap jaringan peredaran narkoba LP Kerobokan yang melibatkan dua tersangka wanita ini, telah menyelamatkan 5.000 orang generasi muda di Pulau Bali dari penyalahgunaan narkoba,” kata Kapolresta Denpasar, AKBP Ruddi Setiawan.
Ia menuturkan, kedua tersangka mengaku diperintahkan seseorang dari dalam LP Kerobokan untuk mengedarkan barang terlarang tersebut dengan imbalan Rp500 ribu satu kali mengambil paket. Kami masih mendalami keterangan tersangka ini dimana mendapatkan narkobanya, karena para tersangka mengaku dihubungi melalui telepon oleh orang yang memerintahkannya untuk mengambil narkoba itu.

   Menurut dia, narkoba yang dimiliki kedua tersangka ini diambil di luar LP Kerobokan, namun yang mengendalikan peredaran barang terlarang ini berada di dalam penjara. Artinya kedua tersangka ini, hanya bertugas untuk mengambil paket dan dikemas kembali menjadi bungkusan kecil yang kemudian diedarkan kembali ke pembeli.
Kedua tersangka mengaku sudah menjadi pengedar narkoba sejak tiga bulan yang lalu dan alasan tersangka mau menjadi kurir narkoba karena faktor ekonomi. “Kami juga menahan barang bukti berupa catatan penjualan, timbangan elektrik dan pembungkus narkoba yang nantinya ditempelkan di dekat pot atau tiang listrik,” kata Ruddi.
Penangkapan kedua tersangka terjadi di kamar kos miliknya yang berada di Jalan Pulau Moyo Denpasar Selatan, pada 3 Desember 2018, Pukul 18.00 WITA dengan menggrebek kediamannya dan petugas berhasil menyita barang bukti 53 paket sabu-sabu dengan berat bersih 294,18 gram dan 504 butir pil ektasi.
Kepada petugas, tersangka mengaku mendapat barang terlarang itu dari seseorang bernama Ajik. Akibat perbuatannya, kedua wanita ini dikenakan Pasal 112 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup, atau penjara minimal 20 tahun dan denda Rp1,2 miliar.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 − seven =