Polda Kawal Rekapitulasi Suara Pilkada

     Palembang, jurnalsumatra.com – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan mengawal rekapitulasi suara hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018 pada sembilan kabupaten dan kota serta pemilihan gubernur daerah ini.
“Personel gabungan Polri dan TNI akan terus melakukan pengamanan ketat hingga proses rekapitulasi suara di tingkat kecamatan dan KPU daerah serta pelantikan pasangan kepala daerah terpilih,” kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara, di Palembang, Jumat.
Menurut dia, menghadapi kemungkinan terjadi gangguan kamtibmas dalam pelaksanaan pilkada serentak di provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota ini, pihaknya menurunkan 9.936 personel dan didukung kekuatan TNI sekitar 4.000 personel.
Dengan kekuatan pengamanan personel gabungan tersebut, secara umum kondisi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sumsel cukup kondusif meskipun suhu politik di sejumlah daerah sedikit memanas karena adanya aksi massa yang memprotes indikasi kecurangan dan politik uang saat berlangsung pemungutan suara pilkada.

“Secara umum kondisi kamtibmas di Sumsel bisa terpelihara dengan baik, kondisi tersebut akan terus dipertahankan dengan meningkatkan kegiatan pengamanan,” ujarnya lagi.
Dia menjelaskan, dalam upaya penegakan hukum, seluruh jajaran Polda Sumsel diperintahkan untuk menindak tegas penyebab gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Siapa pun terbukti melakukan tindakan yang dapat menyebabkan timbul gangguan kamtibmas akan ditindak tegas, sehingga masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya dengan aman dan nyaman serta sesuai dengan hati nuraninya tanpa dipengaruhi oleh pihak mana pun serta politik uang,” ujar Kapolda.
Pilkada di Sumsel berlangsung pada sembilan kabupaten dan kota, khusus di Kota Palembang diikuti empat pasangan calon, yakni pasangan petahana (nomor urut 1) Harnojoyo-Fitrianti Agustinda memperoleh suara terbanyak versi hitung cepat lembaga survei, (nomor 2) Sarimuda-Abdul Rozak, (3) Akbar Alfaro-Hernoe, dan (4) Mularis Djahri-Syaidina Ali.(anjas)

Leave a Reply