Polda NTB Limpahkan Berkas Penyelundup Sabu-Sabu Malaysia

     Mataram, jurnalsumatra.com  – Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat melimpahkan berkas perkara penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia milik tersangka dengan inisial MN (45).
Kasub I Ditresnarkoba Polda NTB AKBP Cheppy Ahmad Hidayat di Mataram, Senin, mengatakan berkas perkara milik MN dilimpahkan ke jaksa peneliti Kejati NTB setelah penyidik merampungkan alat bukti penyidikannya.
“Karena materinya sudah lengkap, kita limpahkan ke jaksa,” kata Cheppy.
Untuk itu, katanya, penyidik saat ini menunggu hasil pemeriksaan jaksa peneliti.
Kalau pun berkas itu dikembalikan dengan catatan tambahan, Cheppy menegaskan bahwa penyidik siap melengkapi kekurangannya.
“Kita tunggu saja hasilnya, apa yang jadi petunjuk jaksa. Kalau ada tambahan, kita akan lengkapi kembali,” ujarnya.
Identitas lengkap MN mulai tercantum dalam catatan kepolisian, berawal dari kisahnya yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu seberat 1,4 kilogram dalam tas koper. Pria asal Waru, Jawa Timur, yang mengaku sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) itu tertangkap tangan oleh petugas gabungan pada akhir 2017, setibanya di Lombok International Airport (LIA), Lombok Tengah.
Namun, berdasarkan informasi yang diterima dari penasihat hukumnya, Cleopatra, MN mengaku kaget sepulangnya dari tanah rantau bukan langsung ke Surabaya melainkan nyasar ke Lombok.

Hal yang tak disangkanya lagi ketika tiba di LIA, petugas memeriksa dan menemukan barang haram senilai Rp3 miliar itu tersembunyi di balik dinding bagian dalam tas kopernya.
Pahlawan devisa yang sudah sekian lama mengais rejeki di Negeri Jiran Malaysia itu, mengaku tidak mengetahui jika ada barang haram tersebut tersembunyi di dalam tas koper pemberian rekan perantauannya yang berasal dari Madura.
“Rekannya itu yang menyiapkan segala keperluan pulangnya, mulai dari tiket sampai tas koper. Tiket dibelikan, koper juga. Turun dari pesawat malah bingung, ini di mana, tanya orang, ini Lombok,” kata Cleopatra.
Bahkan MN kepada Cleopatra mengaku tidak bisa membaca. Hal itu pun yang membuat MN mudah dimanfaatkan oleh rekannya sebagai kurir narkoba jaringan internasional.
“Karena tidak bisa baca, jadi dia manut saja apa kata temannya,” ucap penasihat hukum yang akrab disapa Bunda Cleo tersebut.
MN dalam berkas perkaranya disangkakan dengan Pasal 112 Ayat 2, Pasal 113 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2, Pasal 15 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Berdasarkan aturan hukum, MN terancam pidana penjara paling berat seumur hidup atau hukuman mati.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − four =