Polda Papua Barat Tingkatkan Pemberantasan Miras

Manokwari, jurnalsumatra.com – Polda Papua Barat meningkatkan operasi pemberantasan minuman keras untuk menekan berbagai gangguan keamanan selama perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.
“Saat ini Polda dan jajaran polres di Papua Barat sedang bekerja memberantas minuman keras di wilayah masing-masing. Kita ingin perayaan Natal hingga malam pergantian tahun nanti tidak ada aksi kejahatan yang meresahkan masyarakat,” kata Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja pada pemusnahan minuman keras di Manokwari, Jumat.
Ia menjelaskan, saat ini sudah ada modus operandi baru dalam kasus peredaran minuman keras di Papua Barat. Minumas keras lokal yang dulu sebagian besar didatangkan dari Bitung, Sulawesi Utara, kini sudah bisa diproduksi di Papua Barat.
Sejak beberapa tahun terakhir, kata Rodja, tim polda dan polres sudah membongkar sejumlah rumah industri minuman keras lokal.
“Mereka membuat tenda-tenda di tengah hutan. Di sana aktivitas produksi dilakukan lalu diedarkan ke sejumlah daerah, salah satunya di Manokwari dan di Manokwari pun pernah ada rumah produksi yang kami bubarkan,” kata Kapolda pada kegiatan yang dihadiri Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan tersebut.
Ia menyebutkan, barang bukti ribuan liter minuman keras berbagai jenis yang dimusnahkan pada Jumat (21/12l merupakan hasil operasi dua hari yang digelar di Manokwari sejak 18 Desember 2018. Masih banyak barang bukti yang saat ini diamankan di sejumlah polres.

“Ini baru hasil dari kegiatan operasi dua hari, yang lain masih ada. Barang bukti dari hasil operasi sebelumnya pun sangat banyak yang sudah kami musnahkan, baik di Manokwari maupun Sorong dan daerah lainya,” ujar Kapolda.
Melalui pemberantasan minuman keras yang dilaksanakan, Kapolda menginginkan seluruh kasus kejahatan di daerah tersebut turun secara signifikan, seperti penjambretan, kejahatan jalanan, pencurian hingga penganiayaan dan pembunuhan.
Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mendukung upaya Polda Papua Barat dalam memberantas minuman keras. Pemerintah daerah pun menginginkan umat Kristiani dapat merayakan Natal secara hikmat tanpa gangguan apapun.
“Minuman keras yang diamankan ini kan yang masuk melalui proses ilegal. Selain itu ada juga yang diproduksi di sini. Kami akan terus mendukung dan saya berharap pemerintah kabupaten/kota lebih tegas,” kata Gubernur.
Mandacan tak ingin, anak-anak, remaja serta pemuda Papua Barat rusak akibat pengaruh buruk alkohol. Dampak buruk alkohol berbahaya bagi mental dan kepribadian.(anjas)

Leave a Reply