Polda Sumbar Akan Razia Lampu Tambahan Kendaraan

     Padang, jurnalsumatra.com – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat akan merazia lampu tambahan atau isyarat kendaraan yang dipergunakan oleh masyarakat dalam Operasi Zebra yang akan digelar pada 1-14 November 2017.
“Menjelang operasi itu kita juga melakukan razia pada beberapa lokasi di seluruh kota dan kabupaten, terutama penggunaan lampu tambahan atau lampu isyarat (strobo),” kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Budi Prasetyo di Padang, Selasa.
Ia mengatakan saat ini banyak masyarakat yang menggunakan lampu tersebut sehingga meresahkan pengendara lain
Penggunaan lampu tambahan sebenarnya telah diatur dalam pasal 59 Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas.
Menurut dia dalam Undang-undang itu lampu tambahan yang berfungsi sebagai lampu isyarat diperbolehkan dalam tiga warna yakni biru, merah dan kuning.
Lampu biru dengan sirine diperuntukkan bagi kendaraan bermotor milik kepolisian. Sedangkan lampu isyarat merah dengan sirine untuk kendaraan bermotor seperti mobil tahanan, pengawalan TNI, pemadam kebakaran, ambulans, mobil jenazah, dan palang merah.

     Sementara untuk lampu isyarat kuning tanpa sirine diperuntukkan bagi kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana prasarana lalu lintas, angkutan khusus, mobil derek dan kendaraan perbaikan fasilitas umum.
Bagi masyarakat yang melanggar akan diancam dengan pasal 279 Undang-undang nomor 22 tahun 2009. Dalam pasal itu disebutkan pengendara yang melanggar akan dipidana kurungan selama dua bulan atau denda sebesar Rp500 ribu.
Selain itu pihaknya dalam Operasi Zebra dilakukan penertiban seperti penggunaan helem, kelengkapan kendaraan dan ambang batas kecepatan.
Ia mengimbau seluruh warga Sumatera Barat agar mengendarai kendaraan yang standar serta sesuai dengan aturan yang ada. Tujuannya adalah untuk keselamatan pengendara itu sendiri.
Bagi masyarakat yang melanggar akan diberikan sanksi bukti pelanggaran (tilang) sesuai dengan Undang-undang.
Ia mengatakan tilang tersebut bertujuan untuk mendidik masyarakat agar tertib dalam berlalu lintas.
“Keselamatan di jalan raya merupakan sebuah investasi bagi kehidupan. Berjalanlah sesuai dengan aturan dan gunakan kelengkapan kendaraan agar selamat sampai di tujuan,” kata Kombes Budi Prasetyo.(anjas)

Leave a Reply