Polisi Dorong Fasilitas Publik Banti Segera Beroperasi

     Timika, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Mimika, Papua terus mendorong agar sejumlah fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit di Kampung Banti, Distrik Tembagapura segera beroperasi kembali menyusul situasi keamanan yang mulai membaik di wilayah itu.
Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon di Timika, Sabtu, mengatakan situasi keamanan di Banti, Kimbeli dan kampung-kampung sekitar Tembagapura dalam beberapa hari terakhir terus menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Masyarakat yang memilih bertahan di lokasi itu kini sudah kembali beraktivitas secara normal.
“Masyarakat yang bertahan di Banti dan Kimbeli sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Beberapa hari lalu sekitar 100 orang mama-mama dari Banti dan Kimbeli sudah bisa pergi belanja di Tembagapura. Barang-barang kebutuhan pokok masyarakat juga sudah mulai masuk ke Kimbeli dan Banti. Artinya, situasi di sana sudah mendekati kondisi normal,” jelas AKBP Victor.
Meski ratusan warga kedua kampung itu memilih mengungsi sementara ke Timika, Victor berharap ke depan Pemkab Mimika tetap memberi perhatian penuh kepada warga yang memilih bertahan di kampung.
“Kami sudah berbicara dengan pihak-pihak terkait, kalau bisa sekolah dan pelayanan kesehatan di kedua kampung itu sudah bisa segera dibuka lagi,” ujar Victor.
Victor menegaskan, aparat TNI dan Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas Terpadu terus mendampingi masyarakat Banti, Kimbeli dan kampung-kampung di sekitar itu untuk menjamin keamanan dan kenyamanan mereka dari pengaruh dan intimidasi yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata/KKB.
“Masyarakat percaya bahwa kehadiran aparat di sana membuat mereka merasa nyaman. Memang untuk membuat situasi sampai kondisi normal kembali membutuhkan proses. Ini juga harus melibatkan dan mendapatkan dukungan dari semua pihak,” kata Victor.
Pelayanan pendidikan dan kesehatan di Banti dan Kimbeli lumpuh semenjak akhir Oktober lalu bersamaan dengan masuknya KKB ke wilayah itu.
Para guru yang bertugas di SD Inpres Banti dan SMP Negeri Banti serta petugas Rumah Sakit Waa-Banti milik Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) seluruhnya telah dievakuasi dari wilayah konflik itu sejak Jumat (27/10).
Kini para guru yang bertugas di Banti bersama-sama petugas dan relawan sosial lainnya memberikan pendampingan dan pengajaran kepada para siswa yang ikut mengungsi bersama orang tua mereka ke Timika.(anjas)

Leave a Reply