Polisi Janji Usut Tuntas Penyerangan Hotel Cenderawasih

     Timika, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Mimika, Papua menjanjikan untuk mengusut tuntas kasus penyerangan Hotel dan Restoran Cenderawasih 66 Timika oleh sekelompok orang pada Sabtu (12/5).
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di Timika, Jumat, mengatakan jajarannya telah mengamankan tiga orang yang bertanggung jawab atas penyerangan itu.
“Ada dua orang yang kami kenakan Pasal 170 KUHP dan satu orang lagi dikenakan Pasal 160 KUHP dengan sangkaan melakukan penghasutan kepada massa di Lapangan Timika Indah untuk melakukan penyerangan,” kata Agung.
Mantan Kapolres Jombang, Jawa Timur itu menegaskan akan menuntaskan kasus tersebut, termasuk mengusut aktor intelektual yang menggerakkan massa untuk melakukan penyerangan.
“Saya berjanji untuk mengusut tuntas kasus ini. Dalam arti tidak hanya memproses pelaku penyerangan dan orang yang menghasut massa, tetapi juga pelaku-pelaku lainnya termasuk aktor intelektualnya akan kita kejar. Kita sepakat bahwa tidak mungkin ada orang yang berani melakukan penyerangan tanpa ada suport,” jelas Agung.

     Kasus dilakukan oleh sekelompok orang saat tengah berlangsung rapat pleno KPU Mimika untuk menetapkan Daftar Pemilih Tetap/DPT Pilkada 2018, Sabtu (12/5) petang.
Sekelompok orang dengan bersenjatakan parang, kampak, busur dan anak panah menyerang Hotel dan Restoran Cenderawasih 66 hingga menyebabkan pintu kaca dan berbagai fasilitas di hotel tersebut hancur berantakan.
Massa yang melakukan penyerangan diduga merupakan simpatisan dari salah satu pasangan cabup-cawabup Mimika yang telah didiskualifikasi oleh KPU Papua berdasarkan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).
Usai melakukan penyerangan, massa kembali ke Lapangan Timika Indah, titik kumpul sebelumnya tempat mereka menggelar acara bakar batu.
“Pada malam itu saya datang menemui massa di Lapangan Timika Indah. Ada yang bawa kampak, golok, panah, dan parang. Saya masuk di tengah-tengah mereka dan menyampaikan bahwa kehadiran kami sebagai aparat bukan dianggap sebagai musuh. Kami hadir justru untuk menjamin jangan sampai ada benturan hak antarmasyarakat karena semua punya kepentingan,” jelas Kapolres Mimika.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × 4 =