Polisi Jayawijaya Sita Sajam Dan Minuman Beralkohol

     Wamena, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Jayawijaya, Papua, menyita senjara tajam (sajam) dan minuman beralkohol tanpa dokumen penjualan, dalam Operasi Pekat Matoa dan Operasi Zebra 2017, yang digelar sejak sepekan terakhir ini.
Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba, pada jumpa pers di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Sabtu, mengatakan operasi yang bertujuan menekan tindak kriminal itu akan dilakukan hingga 14 November mendatang.
“Petugas sudah menyita 43 bilah sajam (parang dan pisau), satu senjata api jenis airsof gun, 220 lebih liter minuman beralokohol ilegal, dan 34 kendaraan roda dua yang tidak dilengkapi surat-surat,” ujarnya.
“Kami juga mengamankan 16 dus lem kastrol yang dijual tanpa izin (biasa dihirup oleh anak-anak) dan satu sepeda motor yang digunakan untuk menjual minuman keras ilegal,” sambungnya.
Selain itu, turut disita empat galon minuman oplosan jenis cap tikus, dua ember 100 liter minuman oplosan jenis ballo, serta 13 botol vodka hasil penyelundupan dari luar Jayawijaya.
Konferensi pers yang dilakukan di Halaman Mapolres Jayawijaya itu dihadiri perwakilan pemda, TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda setempat.
“Saya mengundang berbagai pihak untuk terlibat supaya ada pernyataan misalnya dari Bupati, Dandim, Kejari, dan tokoh masyarakat untuk kita sama-sama mewujudkan keamanan dan ketertiban di Jayawijaya,” katanya.
Yan Pieter mengharapkan keterlibatan seluruh pihak dalam menekan peredaran minuman beralkohol, sebab hingga kini masih didapati beberapa oknum menjual minuman beralkohol di daerah yang sudah mengeluarkan peraturan daerah tentang larangan peredaran minuman beralkohol tersebut.
“Kami harap ada langka-langka yang diambil oleh pemerintah Jayawijaya, terutama dalam rangka mendorong hukuman sanksi dalam pembuatan perda (minuman beralkohol) itu sendiri sehingga para pembuat minuman ilegal bisa kena sanksi yang lebih berat lagi, kemudian pembawa senjata tajam,” katanya.(anjas)

Leave a Reply