Polisi Kotawaringin Timur Tahan Tersangka Pencabulan Anak

     Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Polsek Antang Kalang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menangkap seorang pria berinisial J (50) tersangka pencabulan anak di bawah umur.
“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif,” kata Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Mohammad Rommel melalui Kapolsek Antang Kalang Ipda Dimas dihubungi dari Sampit, Jumat.
Kasus pencabulan anak di bawah umur itu terjadi di Kecamatan Antang Kalang pada 30 Juni 2018. Korbannya adalah seorang bocah perempuan berusia delapan tahun.
Saat kejadian sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka datang ke rumah korban karena memang sudah saling kenal. Tersangka bahkan meminta izin kepada ibu korban untuk membawa korban ke pasar dengan dalih membelikan perlengkapan sekolah sebagai hadiah kenaikan kelas untuk korban.
Korban dan keluarganya tidak curiga karena mengira niat baik tersangka itu tulus, apalagi secara usia mereka seperti seorang kakek dan cucu.

Usai membeli peralatan sekolah, tersangka membawa korban ke kantin belakang SMA di kecamatan itu. Di lokasi itulah tersangka diduga mencabuli bocah tersebut.
Tersangka mengingatkan korban untuk tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun. Tersangka kemudian mengantar korban pulang ke rumah.
Namun orang tua korban curiga melihat perilaku sang anak, kemudian menanyakannya. Saat itulah korban menceritakan perundungan yang dialaminya.
Keluarga korban tidak terima dan langsung melaporkannya ke Polsek Antang Kalang. Polisi kemudian menahan tersangka yang berprofesi sebagai petani tersebut.
Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat (1) atau pasal 81 ayat (2) subpasal 82 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi undang undang.
“Ancamannya hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda sebanyak Rp5 miliar,” ujar Dimas.
Kejadian itu membuat korban trauma. Pihak keluarga berharap pelaku mendapat ganjaran hukuman setimpal dengan perbuatannya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × five =