Polisi Tangkap Pelaku KDRT


MuaraEnim, jurnalsumatra.com –  Setelah sempat menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), lantaran, tersandung kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) seorang tersangka bernama Imran Trisno (49) warga Desa Gemawan Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, akhirnya, tidak bisa berkutik lagi.

Bermodalkan LP / A / 07 / VII / 2019 / SS / Res. Muara Enim / Sek. Rambang Dangku tanggal 18 Juli 2019. Team unit Reskrim dikomandoi AKP Apriansyah SH.MSi berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku yang sudah cukup lama menjadi DPO pihak Kepolisian Resort Muara Enim.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono.SIK melalui Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriansyah SH.MSi menjelaskan, tersangka yang tersandung kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini, ditangkap pada Kamis (18/7/2019) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Awalnya, pelaku tersandung kasus KDRT. Namun, saat hendak ditangkap Anggota kita tersangka keburu kabur sempat beberapa bulan. Akhirnya, kita keluar Daftar Pencarian Orang (DPO),” ungkap Apriansyah, Kamis (18/7/2019).

Untuk kronologis penangkap tersangka sendiri, sambungnya, saat itu Anggota unit Reskrim mendapat info bahwa, pelaku sedang berada di Desa Gemawang Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim. Lalu, team unit Reskrim Polsek Rambang Dangku melalukan penyelidikan.

“Setelah kita nyatakan A1 info tersebut, saya beserta Anggota unit Reskrim pada Kamis sekira pukul 00.30 WIB langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka ini,” tuturnya lagi.

Menurut Apriansyah, tersangka yang sempat kabur dalam perkara KDRT ini, dapat diamankan saat sedang berada di pondok atau pance di Desa Gemawan Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim.

“Nah, ketika pelaku sudah kita amankan dan dilakukan penggeledahan. Terhadap tas sandang warna coklat merk SSDL didalamnya, kita temukan 1 pucuk senpi jenis FN berisi 2 butir amunisi yang berukuran 5 mm siap tembak. 1 buah dompet berisi 4 butir amunisi peluru yang masih aktif caliber 5 mm, 4 butir amunisi peluru aktif caliber 5,56 mm dan 2 butir selongsong peluru caliber 5 mm,” katanya.

Usai mengamankan tersangka Imran Trisno dan satu buah pucuk Senjata Api (Senpi) jenis FN berikut amunisinya, petugas langsung menggelandang lelaki paruh baya ini kekantor Polsek Rambang Dangku, guna menjalankan pemeriksaan BAP.

“Pelaku akan kita kenakan Pasal 1 Ayat (1) undang undang darurat nomor 12 tahun 1951. tentang tanpa hak menguasai, menyimpan, dan menyembunyikan senjata api (Senpi) beserta amunisi. Kini, tersangka yang statusnya DPO dalam perkara KDRT itu, masih menjalankan pemeriksaan secara itensif, untuk pengembangan kasus ini kedepan,” pungkasnya. (Syah).