Polisi Tangkap Pemuda Desa Edarkan Sabu-Sabu

     Kuala Pembuang, Kalteng, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Seruyan, Kalimantan Tengah, berhasil menangkap seorang pemuda desa karena diduga bertindak sebagai pengedar narkotika golongan satu jenis sabu-sabu.
Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting di Kuala Pembuang, Rabu mengatakan, pemuda yang ditangkap berinisial IHM (35) warga Desa Tanjung Rangas, Kecamatan Seruyan Hilir.
“Tersangka ditangkap petugas di kediamannya di Desa Tanjung Rangas, Sabtu (24/3),” kata Kapolres didampingi Kasat Narkoba Polres Seruyan AKP Slameto.
Perwira menengah Polri ini menambahkan, selain menangkap pemuda desa pengangguran sekaligus residivis pengedar pil Zenith itu, petugas juga menyita barang bukti 19 paket sabu-sabu dengan total berat 64,3 gram yang disimpan di bawah kasur tersangka.
“Selain itu, petugas juga menyita barang bukti lain berupa handphone, satu set alat isap sabu, timbangan digital, serta uang yang diduga hasil transaksi sabu Rp440 ribu,” katanya.

Ia menjelaskan, penangkapan tersangka dilakukan setelah petugas menerima informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas mencurigakan di rumah tersangka yang selalu ramai dikunjungi orang tidak kenal oleh warga desa.
“Setelah menerima informasi, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka,” katanya.
Dari pengakuan tersangka, barang haram dengan nilai mencapai Rp150 juta dipasok dari Pontianak, Kalimantan Barat, dan rencana akan diedarkan di sekitar perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Tersangka mengaku baru pertama kali mengedarkan sabu. Tapi kalau melihat barang bukti yang tergolong besar, penyidik mencurigai tersangka sudah masuk dan punya jaringan peredaran narkoba.
“Karena itu, kita masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan tersebut,” katanya.
Ia menegaskan, tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) juncto Pasal 112 (1) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman  minimal empat tahun dan maksimal 20 tahun penjara.
“Kami juga mengimbau masyarakat tidak memiliki, menyimpan maupun membawa narkotika dan obat-obatan terlarang lain karena jika tertangkap, sanksi yang akan dijatuhkan berat,” pesannya.(anjas)

Leave a Reply