Polres Bangka Barat Kuatkan Silaturahim Organisasi Keagamaan

Mentok, Babel, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menguatkan silaturahim dengan sejumlah pengurus organisasi keagamaan di daerah itu guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

  “Anjang sana dengan para pengurus organisasi keagamaan terus kami lakukan untuk memudahkan komunikasi dan koordinasi dalam menjaga persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara,” kata Kapolres Bangka Barat AKBP Muhammad Adenan di Mentok, Kamis.

  Selama sebulan menjalankan tugas sebagai Kapolres Bangka Barat, M. Adenan secara berkala melakukan kunjungan ke sejumlah pengurus organisasi keagamaan, seperti Pemuda Muhammadiyah, FKUB, Majelis Ulama Indonesia dan para tokoh agama lainnya.

  Kegiatan silaturahim tersebut sebagai upaya menjaring masukan terkait situasi kamtibmas dan budaya masyarakat yang ada di daerah itu.

  “Dua hari lalu kami bertemu dengan para pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Bangka Barat dan membahas beberapa hal penting untuk bersama-sama menjaga situasi kondusif di daerah ini,” ujarnya.

  Selain itu, kapolres juga berharap dukungan dari warga Muhammadiyah agar bisa menjalankan tugas baru yang diembannya di daerah itu.

  “Kami berharap jajaran pengurus PD Muhammadiyah tetap menjaga kekompakan, menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Kepolisian, serta aktif memberikan berbagai informasi dan masukan jika ada permasalahan agar bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

  Selain kunjungan ke pengurus PD Muhammadiyah Kabupaten Bangka Barat, Kapolres juga melakukan pertemuan dengan para pengurus PB NU di daerah itu.

  “Pertemuan terjalin kekeluargaan dan kami juga menyampaikan agar pengurus terus bekerja bersama-sama untuk menjaga situasi aman dan nyaman dari berbagai bahaya paham radikalisme, terorisme, intoleransi dan berita bohong,” katanya.

  Menurut dia, perkembangan media sosial saat ini perlu diwaspadai bersama agar tidak memperkeruh suasana.

  Pada kesempatan itu Kapolres juga menyampaikan tentang bahaya berita bohong, isu SARA, paham radikalisme dan terorisme yang akhir-akhir ini sering memperkeruh dunia informasi di Indonesia.

  “Kami mengapresiasi para pengurus PB NU yang selama ini menjadi garda depan dalam mempertahankan NKRI dan konsisten menolak segala bentuk radikalisme dan tindak kekerasan,” katanya. (anjas)