Polres Bantul Laksanakan Operasi Pekat Selama Ramadhan

     Bantul, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melaksanakan operasi penyakit masyarakat selama bulan Ramadhan 1439 Hijriyah guna memberikan kenyamanan kepada warga selama menjalankan ibadah.
“Selama Ramadhan, Polres jajaran akan melaksanakan Operasi Pekat dalam rangka penanggulangan terhadap kejahatan seperti premanisme, perjudian dan minuman keras,” kata Kepala Polres Bantul AKBP Sahat M Hasibuan di Bantul, Kamis.
Selain itu, kata Kapolres, operasi pekat juga dalam rangka penanggulangan praktik prostitusi, pornografi, gelandangan pengemis, narkoba, petasan, kejahatan jalanan dan kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat.
Sedangkan untuk tempat-tempat hiburan malam di Bantul, kata Kapolres, diminta membatasi jam operasional, bahkan berhenti beroperasi agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.
Kapolres mengatakan, selama bulan Ramadhan itu pula akan melakukan kegiatan Patroli Terpadu tingkat Polres bersama-sama dengan Kodim 0729 Bantul, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

     “Juga tingkat Polsek bersama-sama Koramil dan Trantib Kecamatan melaksanakan patroli gabungan mengantisipasi gangguan kantimbmas dan pelanggaran perda (peraturan daerah) di wilayah masing-masing,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data rekapitulasi hasil operasi minuman keras di Bantul selama 2018 hingga jelang puasa, Polres Bantul telah menindak 24 laporan masyarakat terkait minuman keras dari delapan kecamatan di daerah ini.
Laporan itu terdiri dari wilayah Kecamatan Pandak dua laporan, Sewon empat laporan, Kretek tujuh laporan, Kasihan tiga laporan, Jetis tiga laporan, Banguntapan tiga laporan, Piyungan satu laporan dan Kecamatan Bantul dua laporan.
Sedangkan barang bukti yang diamankan jajaran Polres dari hasil operasi minuman keras itu sebanyak 864 botol dengan berbagai jenis minuman keras diantaranya anggur, bir, vodka, alkohol murni, ciu dan oplosan.
“Minuman keras khususnya oplosan memang cukup tinggi di Bantul, bahkan kita punya kenangan pahit dari kasus minuman keras oplosan (berakibat belasan meninggal karena minuman keras oplosan) beberapa tahun lalu,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 3 =