Polres Banyuasin Halal Bihalal

BANYUASIN, SUMSEL, jurnalsumatra.com – Polres Banyuasin menggelar acara  Halal Bihalal dalam rangka Silaturahmi H+6  Hari Raya Idul Fitri 1439 H di Musholla Nurul Iman Polres Banyuasin, Kamis (21/6/2018) sekira pukul  08.30 WIB.

Acara Hala Bihalal  dibuka langsung Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, S.IK dan dihadiri  seluruh personil Polres Banyuasin dan personil Polsek Jajaran.  Hadir juga Waka Polres Banyuasin, para pejabat utama Polres Banyuasin, Kapolsek Jajaran serta para Perwira Polres Banyuasin.

Orang nomor satu polres Banyuasin ini menyampaikan acara halal bihalal ini untuk memupuk tali silaturahmi yang telah terjaga antara personil baik Polres maupun Polsek Jajaran.

“Kemudian diacara halal bihalal ini juga kita memohon dan memanjatkan doa  kepada Tuhan YME semoga kita selalu diberi kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” kata Kapolres.

Kapolres  memberikan pesan kepada seluruh personil khususnya  para personil yang terlibat dalam pengawalan kotak suara dan pengamanan TPS pada Pemilukada Gubernur / Wakil Gubernur Sumsel dan Bupati / Wakil Bupati Banyuasin  2018 yang dilaksanakan secara serentak.

“Saya harap kepada para personil agar melaksanakan tugas dengan baik sesuai SOP ( Standar Operasional Prosedur ) dan penuh rasa tanggung jawab, dan mengharapkan semoga Pemilukada yang dilaksanakan di Kabupaten Banyuasin berjalan  aman, damai lancar dan kondusif,” ujar dia.

Tausiyah Halal Bihalal  disampaikan  Imam besar Masjid Agung Al- Amir Pemkab Banyuasin Ustadz Taharudin Sakyan.

Halal bi Halal menurutnya,  satu kebiasaan yang hanya ada di negeri kita. Halal bi Halal muncul sebagai ungkapan saling menghalalkan kesalahan dan kekhilafan. Saling memaafkan satu sama lain. Setiap orang sadar tidak ada yang lepas dari kesalahan. Manusia tempatnya salah dan lupa.

“Idul Fitri dengan kegiatan Halal bi Halal-nya, membuat umat Islam melebur kesalahannya dengan berbagi maaf tanpa sekat yang membatasi.

Paling tidak ada tiga pelajaran yang bisa kita petik dari kegiatan Halal Bi Halal, salah satunya ujar dia, yakni  pembersihan diri dari segala bentuk kesalahan. Ibarat pemudik yang pulang ke Kampung halamannya setelah sekian tahun merantau ke negeri seberang.

“Dalam perjalanan itu tidak sedikit kita isi dengan kesalahan, seperti lupa shalat, lalai menunaikan janji, lupa berdzikir, bersikap angkuh  dan berlaku aniaya kepada diri sendiri,”terangnya.

Dia mengingatkan,  agar kita tidak melakukan kesalahan/ dosa setiap hari dan  ketika hari wafat kita membawa iman dan membaca kalimat tauhid, Insya Allah kita bisa melewati jembatan Sirotol Mustaqim. “Dihari  itu kita bisa masuk surgaNya Allah dan melihat Allah SWT di Surga nanti,”ujarnya. (BIO)

Leave a Reply