Polres Banyumas Antisipasi Praktik Politik Uang

     Purwokerto, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah berupaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya praktik politik uang menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah setempat, kata Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Yudhantara Salamun.
“Kami dari awal, sejak dimulainya Operasi Mantap Praja Candi 2018 pada bulan Januari, kami sudah membentuk satuan tugas anti-‘money politic’,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat.
Kapolres mengatakan hal itu kepada wartawan usai menghadiri Debat Terbuka Putaran II Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyumas 2018 yang digelar di Hotel Java Heritage, Purwokerto.
Menurut dia, satgas antipolitik uang itu diawasi oleh anggota Polres Banyumas dan hingga saat sekarang makin intensif untuk mengawasi dan menghimpun informasi dari masyarakat.
Ia mengatakan personel inti satgas antipolitik uang sebanyak 10 orang namun pihaknya menambah lagi dengan satuan-satuan seperti intelijen dan operasional sehingga secara keseluruhan bisa mencapai 60 orang.
“Dengan demikian, Insya Allah ‘money politic’ ini apabila terjadi, akan segera kami tindak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengapresiasi pelaksanaan debat terbuka putaran kedua karena dapat terlaksana dengan baik.

Menurut dia, hal itu menunjukan bahwa masyarakat Banyumas makin dewasa dan bijaksana sekali dalam melaksanakan rangkaian pesta demokrasi sehingga sampai saat sekarang tercipta situasi yang sangat kondusif.
Ia mengharapkan dalam sisa waktu lima hari menjelang pelaksanaan pilkada, hari H pemungutan suara, maupun pascapencoblosan, masyarakat benar-benar bisa menjaga kerukunan, keguyuban, dan persaudaraan di Banyumas.
Seperti diketahui, Pilkada Banyumas yang akan digelar pada tanggal 27 Juni 2018 berbarengan dengan Pilkada Jateng, diikuti dua pasangan calon bupati dan wakil bupati, yakni pasangan Mardjoko/Ifan Haryanto dengan nomor urut 1 serta pasangan Achmad Husein/Sadewo Tri Lastiono dengan nomor urut 2.
Pasangan Mardjoko/Ifan Haryanto diusung Partai Golongan Karya, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Gerakan Indonesia Raya, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Persatuan Pembangunan, sedangkan pasangan Achmad Husein/Sadewo Tri Lastiono diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai Nasional Demokrat
Calon Bupati Mardjoko merupakan Bupati Banyumas periode 2008-2013 hasil Pilkada Banyumas 2008 yang saat itu berpasangan dengan Achmad Husein.
Dalam Pilkada Banyumas 2013 yang diikuti enam pasangan calon, Mardjoko kembali mencalonkan diri sebagai bupati berpasangan dengan Gempol Suwandono.
Demikian pula dengan Achmad Husein mencalonkan diri sebagai bupati berpasangan dengan Budhi Setiawan hingga akhirnya menang dalam Pilkada Banyumas 2013.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × one =