Polres Kotim Tangkap Dua Pengedar Sabu-Sabu

   Sampit, Kalteng, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menangkap dua tersangka pengedar narkoba jenis sabu-sabu di Sampit yang merupakan satu jaringan.
“Setelah menangkap tersangka pertama, kemudian kami kembangkan sehingga bisa menangkap satu tersangka lagi. Mereka kami tangkap bersama barang bukti sabu-sabu,” kata Kapolres AKBP Muchtar Supiandi Siregar melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba AKP Ronny Marthius Nababan di Sampit, Selasa.
Dua tersangka itu adalah Taufik (36) dan Suryanto (34) yang sama-sama merupakan pendatang. Mereka ditangkap Selasa (17/4/2018) siang di lokasi berbeda dengan selisih waktu hanya sekitar satu jam.
Taufik yang merupakan warga asal Dusun Amur RT 000 Rw 000 Desa Pasarenan Kecamatam Kedungdung Kabupaten Sampang Provinsi Jawa Timur itu ditangkap di sebuah barak kontrakan di Jalan H Juanda 14 barak pintu nomor 1 Kelurahan Mentawa Baru Hilir Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sekitar pukul 14.20 WIB.
Saat penggeledahan, polisi menemukan 11 paket sabu-sabu 3,70 gram. Delapan paket ditemukan di saku celana dan tiga paket ditemukan di dalam sebuah printer di kamar tersangka.
Selain itu, juga ditemukan sejumlah peralatan diduga untuk penjualan dan konsumsi sabu-sabu seperti plastik klip, isolatif dan timbangan digital. Juga ditemukan uang Rp150.000.

   Taufik dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 112 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dia terancam hukuman pidana minimal lima tahun penjara.
Usai menangkap Taufik, polisi terus menggali informasi dari tersangka. Hasilnya, polisi berhasil menangkap Suryanto di Jalan Camar 2 Perum PT Inhutani III RT 03 RW 01 Kelurahan Sawahan Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sekitar pukul 15.30 WIB.
Berdasarkan kartu identitasnya, Suryanto beralamat Jalan Kampung Bugies RT 01 Desa Sengkubang Kecamatan Mempawa Kabupaten Mempawa atau Dusun Hilir Kantor RT 006 RW 003 Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat.
Saat ditangkap, tersangka sedang mengisi bahan bakar mobilnya. Saat dilakulan penggeledahan badan, polisi menemukan satu paket sabu-sabu di tangan kanan tersangka yang diakuinya memang barang miliknya.
Suryanto dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Undang-undang RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dia diancam pidana minimal empat tahun penjara.
“Keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif. Kasus ini masih kami kembangkan untuk menelusuri asal barang,” kata Ronny.
Ronny menegaskan, pihaknya akan terus gencar memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dia meminta bantuan masyarakat untuk memberi informasi jika mengetahui ada aktivitas terkait narkoba agar pelakunya bisa ditangkap.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 + nine =