Polres Lahat Berhasil Cokok Pembunuh

Lahat, jurnalsumatra.com – Peristiwa penusukan yang dialami korban Ehwani (50) yang merupakan warga Desa Banjar Sari Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, 2 X 24 Jam berhasil diungkap oleh Unit Reskrim Polsek Merapi Barat di Back Up Team Tiger Polres Lahat.

Kejadian itu, pada pada Senin (06/07/2020). pukul 13.30 WIB di Desa Telatang depan Servis Elektronik, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

“Alhamdulillah, pelaku berhasil kita amankan dalam kurun 2 X 24 Jam. Terbongkarnya kasus pembunuhan di Kecamatan Merapi ini, berkat CCTV dan sejumlah keterangan saksi yang ada,” ungkap Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK MH CLA, didampingi Wakapolres Lahat Kompol Budi Santoso S.Sos, Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Kurniawan H Barmawi SIK, Kapolsek Merapi Barat IPTU Sumardi, Kanit Reskrim Polsek Merapi Barat IPTU Arman Nasution, IPTU Hidayat Kasubag Humas, dan PAUR Humas Polres Lahat AIPTU Liespono SH, pada Kamis (09/07/2020).

Dalam pres conpres diroom Polres Lahat, Irwansyah juga menyampaikan, pelaku sedang memancing di daerah Kecamatan Merapi, sekitar setengah jam kemudian tersangka pulang dengan menggunakan SPM merk Honda BET warna Putih Nopol BG 6014 EAE berjalan menuji ke Merapi. Namun, setiba di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) sekitar pukul 13.30 WIB melintaslah korban dengan mengendarai Sepeda Motor (SPM) merk Yamaha Mio M3 berjalan menuju Lahat.

Sontak saja, saat itu melihat korban sedang asik menelpon seseorang dan berhenti di Jalinteng, sehingga, kembali mengingat peristiwa tanggal 02 – Pebruari – 2019 silam. Pelaku yang sempat dianiaya alias dikeroyok oleh keluarga korban.

“Selain dikeroyok oleh keluarga korban mengakibatkan sipelalu mengalami luka dibeberapa bagian, dikepala tiga lubang, kaki, tangan. Akan tetapi, Pelaku tidak melaporkan kejadian tersebut ke Polisi. Karena, ada rencana berdamai secara kekeluargaan. Namun, tidak ditunggu tunggu perdamaian itu, tak kunjung menemui titik terang,” tambahnya.

Dari pertemuan tersebut, sambung Kapolres Lahat membuat emosi Tersangka kembali bangkit. Lalu, membuntut korban, setiba dilokasi kejadian pelaku mendekati atau memepet korban dan secara membabi buta menghujat tubuh korban dibagian depan menggunakan senjata tajam (Sajam) yang panjang.

“Karena luka hujatan yang membabi buta oleh pelaku, membuat korban tak bisa berbuat banyak. dan korbanpun menjadi lemas, lantaran banyaknya darah yang keluar. Tak berhenti disitu saja, melihat korban tidak berdaya Pelaku masih terus menusukkan Sajam nya keperut korban, sampai terakhir korban Meninggal Dunia (MD) di TKP,” ujar Irwansyah lagi.

Melihat dari luka yang dialami korban, dijelaskannya, cukup parah mulai dari dibawah leher, dibagian perut, bacokan ditangan serta yang lebih sadis lagi Sajam pelaku menembus hingga kebelakang.

“BB sepeda motor (SPM) milik korban dan pelaku, sajam yang ukuran kecil dan panjang, baju, helm dan sepatu milik korban berhasil kita amankan. Termasuk pelaku yang merupakan karyawan Rida Tama (CK) kontraktor dari Primanaya. TSK akan kita 338 KUHP jo Pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara,” pungkas Irwansyah.

Sementara, tersangka dibincangi mengaku menghabisi korban menginggat masa lalu tahun 2019, dirinya dikeroyok oleh keluarga korban hingga menyebabkan dibagian kepala pelaku menggalani luka 3 lubang dan luka dibagian kaki dan tangan.

“Motif gara gara saling ejek nama orang tua. hingga, berujung peristiwa berdarah. Terus terang sewaktu saya membacok, korban sempat memintak tolong. Namun, tidak saya dengarkan. Akibat kejadian ini, saya merasa puas karena dendam sudah terbalas. Saat melihat keluarga anak dan istri saya rasa menyesal sekali,” kata Tersangka dengan nada penuh penyesalan.

Berita sebelumnya, untuk kronologis kejadian dan keterangan saksi mata sekitar pukul 13.00 WIB korban bersama temannya mengendarai sepeda motor (SPM) dari arah Kabupaten Lahat menuju arah Kabupaten Muara Enim.

Kemudian, datang pelaku dari belakang langsung menerjang motor korban, mengakibatkan korban terbalik dan tersungkur ketanah. Melihat korban terjatuh, pelaku pun menghujatkan senjata tajam (Sajam) yang berukuran sekitar 12 CM.

Kemudian korban sempat melarikan diri kearah rumah penjual Pecel Lele. Tapi, terus diburuh pelaku. Saat didalam rumah atau dilokasi kejadian pelaku menghabisi korban secara membabi buta.

Setelah melihat korbannya tersungkur ketanah dalam keadaan bersimbah darah, pelaku melarikan diri menuju kearah Lahat. Diduga motif pembunuhan adalah dendam lama, karena, pelaku tidak mengambil barang berharga milik korban.

Usai aksi penusukan itu, sekitar jam 13.25 WIB korban dilaporkan masyarakat ke Polisi Sektor (Polsek) Merapi, tak lama berselang datang anggota dari Polsek, kemudian korban dibawa ke Puskesmas Merapi Barat dalam keadaan luka parah dan diduga telah meninggal dunia (MD) di TKP karena kehabisan darah.

“Luka yang dialami korban cukup parah dan nyaris sekujur tubuh. Mungkin dikarenakan banyaknya darah yang keluar, mengakibatkan korban Ehwani warga Desa Banjar Sari ini, tewas dilokasi kejadian,” ungkap saksi mata Aming (60) warga Desa Merapi Kabupaten Lahat.

Ia menjelaskan, dari tragedi tersebut korban mengalami luka tusukan dibagian Dada, luka tusuk dibagian Leher, luka dibagaian tangan kanannya, luka tusuk dibagian perut dan kakinya.

“Sedangkan untuk sepeda motor (SPM) sarung sajam, dan baju milik korban tergeletak tak dari lokasi. Lalu, BB sendal pelaku ditemukan di TKP,” tambahnya.

Selanjutnya, usai menjalani pemeriksaan di Puskesmas Merapi Barat, Kabupaten Lahat, jenazah korban dugaan dibunuh secara berencana ini, sekira pukul 15.55 WIB dibawa kerumah duka. (Din)