Polres Mataram Memburu Sindikat Narkoba Jaringan Aceh

     Mataram, jurnalsumatra.com – Kepolisian Resor Mataram, Nusa Tenggara Barat, memburu sindikat narkoba jaringan Aceh, yang diduga dikendalikan seorang bandar asal Cakranegara berinisial FH (34).
“Untuk jaringannya, pasti akan kita telusuri. Pendalamannya akan kita koordinasikan lagi,” kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad di Mataram, Jumat.
Hal itu diungkapkannya setelah Tim Resmob 701 Satreskrim Polres Mataram menangkap FH bersama dua rekannya LSH (26) dan AA (23), dengan barang bukti 2,3 kilogram ganja kering.
FH bersama dua rekannya ditangkap polisi sesaat setelah mengambil barang bukti pada Senin (19/2) malam, di salah satu agen jasa pengiriman barang di wilayah Mataram.
Barang bukti seberat 2,3 kilogram ditemukan petugas dari paketan barang pesanan FH yang dikemas dalam kardus cokelat.

Paket ganja kering kiriman asal Aceh tersebut dikemas dalam dua bungkus besar kopi bubuk dengan masing-masing berisi satu bal ganja kering yang sudah di lakban cokelat dan dibungkus rapi dengan plastik hitam.
Kepada petugas kepolisian, FH mengaku mendapatkan barang tersebut dengan cara memesan dari seorang rekannya yang berdomisili di Aceh. Rekan yang mengirimkannya langsung dari Aceh, berinisial CA.
Setelah menerima barang di Lombok, rencananya FH akan langsung mengantarkannya ke seorang pria yang dia kenal dengan panggilan Kobra. Selanjutnya, pria yang tidak diketahui identitas aslinya itu akan mengedarkan barang asal Aceh di kawasan wisata Gili Air, Kabupaten Lombok Utara.
“Siapa pun dia, kami akan telusuri lebih lanjut dengan pengembangan di lapangan, tentunya koordinasi lintas sektoral tetap dikedepankan,” ujarnya.
Dalam catatan kepolisian, FH merupakan residivis kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu. Empat tahun dan enam bulan penjara telah dijalani FH sampai akhirnya bebas pada empat bulan yang lalu.
Terkait dengan peran dan keterlibatannya dalam sindikat narkoba jaringan Aceh ini, FH bersama dua rekannya disangkakan dengan Pasal 111 dan atau Pasal 114, dan atau Pasal 127 Undang-Undang RI Nomor 5/2009 tentang Narkotika.(anjas)

Leave a Reply