Polres Penjarakan Tersangka Penganiayaan

Lahat, jurnalsumatra.com – Bertempat hall room Polres Lahat pada Ahad (22/03/2020) pukul 17.00 WIB digelar acara Press Conperence terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan luka berat dan meninggal dunia.

Kapolres Lahat AKBP Irwansyah SIK MH CLA yang di dampingi oleh Wakapolres Lahat Kompol Budi Santoso S.Sos, Kasat Reskrim AKP Herry Yusman SH, Kanit Pidum IPDA Angga, dan Kasubag Humas Polres Lahat IPTU Hidayat memimpin langsung Press Converence berdasarkan Lp / B-86/III/2020/ sumsel/ Res Lahat tanggal 21 maret 2020 tentang tindak pidana penganiayaan menyebabkan matinya orang.

Kapolres Lahat dalam pertemuan itu mejelaskan bahwa pada hari Sabtu (21/03/2020) sekitar pukul 08.30 WIB bertempat di areal  perkebnan sawit PT. Artra Prigel lahat telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Untuk kronologis kejadian, tersangka bernama Ujang Boy (38) pekerjaan scurity PT. Arta Prigel, alamat base camp arta prigel bersama dengan rekan rekan scurity lainnya sedang mengawasi karyawan yang memprot di areal PT. Arta Prigel tang diklaim oleh masyarajak Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat.

Lalu, tiba tiba datang sekitar 60 warga Desa Pagar Batu dan melakukan pengusiran terhadap karyawan dan Scurity PT Artha Prigel dengan cara melempari batu dan mengejar, dalam aksi kejar kejaran itu terjadi bentrok dan mengakibatkan 2 orang meninggal dunia, dan 3 orang mengalami luka.

Adapun identitas korban yang meninggal dunia diantaranya, Putra Bakti (42) warga Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat, dan Kholik (42) warga Desa Pagar Batu dengan mengalami luka tusuk pada bagian dada, luka bacok pada bagian muka dan tangan, dan Suryadi (35) warga Desa Pagar Batu Kecamatan Pulau Pinang Kabupaten Lahat.

Sedang dari barang bukti (BB) yang berhasil diamankan oleh Polres Lahat yakni, satu buah sangkur, satu helai kaos lengan panjang berlumuran darah, 7 batang kayu yang ujungnya di buat runcing dan satu parang yang di temukan di TKP.

Permasalahan tersebut timbul karena adanya klaim lahan PT. Arta prigel seluas 180 hektar oleh masyarakat Desa Pagar Batu yang menganggap lahan tersebut belum di ganti rugi dan permasalahan tersebut sudah di tengahi oleh Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat.

Kapolres lahat mempertegas kembalu atas isu yang berkembang di medsos bahwasanya korban yang meninggal dunia di tembak oleh anggota Polri yang sedang bejaga disana dan berita tersebut adalah bohong, korban meninggal dunian murni karena kena senjata tajam dan ini di kuatkan dengan 3 Hal keterangan saksi, keterangan tersangka yang sudah mengakuinya dan diperkuat dengan hasil visum yang di keluarkan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat korban meninggal dunia karena benda tajam.

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa meninggalnya warga Desa Pagar Batu yang beredar di Medsos bukan ditembak oleh anggota Polisi melainkan korban terkena benda tajam, ini diperkuat dengan hasil Visum yang dikeluarkan oleh RSUD Lahat,” ujar Irwansyah.

Terakhir, menurutnya, pemeriksaan terhadap tersangka yang sudah diamankan, akan terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan tersangka akan dapat bertambah.

“Kita lihat saja nanti, hasil dari pengembangan penyidikan oleh unit Satreskrim Polres Lahat,” janji Kapolres Lahat. (Din)